Aismoli Beberkan Pembagian Skema Kepemilikan Baterai Motor Listrik
Tinggi besarnya harga baterai lithium yang mencapai 30 hingga 40 persen dari total harga kendaraan mendorong lahirnya berbagai skema kepemilikan baterai motor listrik bagi konsumen di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menyatakan bahwa setiap metode kepemilikan, baik beli putus, sewa, maupun sistem tukar, memiliki target pengguna yang berbeda sesuai tingkat mobilitas harian. Sistem penukaran baterai atau battery swap dinilai menjadi opsi paling efisien untuk menunjang produktivitas pengguna yang menggunakan sepeda motor sebagai modal kerja utama.
"Battery swap ini memang di Indonesia ada beberapa merek yang sangat cocok untuk para pengguna sepeda motor listrik, yang mobilitasnya dalam satu hari itu cepat dan dia kerja juga dengan menggunakan motor," ujar Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli kepada Kompas.com.
Penggunaan sistem tukar ini memangkas durasi pengisian daya konvensional yang rata-rata membutuhkan waktu sekitar 30 menit atau lebih di stasiun pengisian. "Jadi enggak perlu nunggu waktu setengah jam ngecas, dia langsung ngambil," kata Budi.
Skema penukaran baterai tersebut sangat dimanfaatkan oleh para pengemudi ojek online serta kurir logistik di wilayah perkotaan seperti Jakarta yang diperkirakan sudah mencapai ribuan pengguna. Sementara itu, bagi masyarakat yang memiliki mobilitas harian lebih rendah, penggunaan pengisian daya konvensional di rumah dianggap lebih fleksibel karena tidak bergantung pada lokasi stasiun penukaran.
"Memang cocoknya di Indonesia itu ada dua tadi, yang baterai swap atau kemudian dengan menggunakan charging," ujarnya. Di sisi lain, opsi sewa baterai dihadirkan oleh sejumlah produsen untuk menekan biaya pembelian awal unit motor listrik agar menjadi jauh lebih terjangkau. "Komponen baterai cukup mahal, 30 persen sampai 40 persen harga motor," kata Budi.
Skema sewa memungkinkan harga unit kendaraan ditekan hingga kisaran belasan juta rupiah dengan konsekuensi adanya biaya sewa berkala yang harus ditanggung oleh konsumen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow