Pemerintah Siapkan Insentif 1 Juta Unit Kendaraan Listrik
Pemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk 1 juta unit kendaraan listrik yang menargetkan produk bernilai tambah tinggi serta program mobil dan motor listrik nasional. Kebijakan ini diungkapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Selasa (4/8/2026) di Tangerang, Banten, dan dikonfirmasi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Kamis (6/8/2026) di Jakarta.
Jumlah penerima stimulus anyar ini meningkat signifikan dibandingkan wacana pada Mei sebelumnya yang hanya menyasar 200 ribu unit. Alokasi baru mencakup 500 ribu unit motor listrik dan 500 ribu unit mobil listrik guna memperkuat daya beli masyarakat.
Pemerintah sedang merumuskan bentuk insentif tersebut, salah satunya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Selain itu, ada kemungkinan perlakuan berbeda antara kendaraan berbasis baterai nikel dan lithium.
"Saya rasa dalam dua atau tiga pekan ke depan Presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk untuk 500 ribu sepeda motor listrik dan juga mobil listrik," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Proses pembahasan rinci terkait skema ini masih terus berjalan di tingkat kementerian sebelum diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Itu masih dihitung, masih didiskusikan, tapi dalam waktu dekat akan dikeluarkan. 500 ribu motor, mobil juga. Nanti Pak Presiden yang mengumumkan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah mengisyaratkan pengumuman resmi terkait stimulus ekonomi sektor otomotif ini akan disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam rentang satu hingga tiga pekan mendatang.
"Saya rasa, dua atau three minggu ke depan Presiden akan mengumumkan stimulus EV ini," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Dari sisi kriteria industri, Kementerian Perindustrian menetapkan penerima insentif harus memberikan dampak riil bagi pendalaman struktur manufaktur di dalam negeri.
"Pasti fokus dari penerima insentif mobil atau kendaraan berbasis EV, baik itu roda empat maupun motor, merupakan produk-produk yang memang menciptakan nilai tambah yang tinggi di Indonesia, artinya pendalaman strukturnya kuat, tapi juga yang tidak kalah penting yang merupakan program mobil nasional atau merupakan program motor listrik nasional," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Sementara itu, perkembangan ekonomi nasional pada Paruh I 2026 juga mencatat lonjakan transaksi digital QRIS sebesar 100,12 persen menjadi 12,55 miliar transaksi, serta temuan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) oleh BRIN yang berpotensi menghemat subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun.
"QRIS sebagai gerbang ekonomi digital sekaligus pengubah keadaan bagi ekonomi dan keuangan digital nasional," kata Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Di ranah riset, BRIN memaparkan potensi efisiensi beban subsidi energi nasional melalui pemanfaatan teknologi gas alam terabsorpsi di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
"Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," ujar Arief Satria, Kepala BRIN.
Di tingkat global, mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati juga resmi ditunjuk sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (IDA) Ke-22 Bank Dunia untuk mendorong dukungan pendanaan negara donor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow