Pemerintah dan Polda Riau Pertajam Penanganan Karhutla di Pelalawan
Pemerintah Provinsi Riau bersama Polda Riau mengintensifkan pengerahan personel, bantuan medis, hingga penegakan hukum guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Kampar, Riau, Minggu (23/8/2026).
Langkah penanganan darurat ini diambil seiring ditemukannya ratusan titik panas di kawasan gambut serta ancaman penyegelan terhadap ratusan perusahaan pembakar lahan di wilayah Sumatra dan Kalimantan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa ratusan unit usaha berisiko menghadapi tindakan sanksi pidana dan denda berat jika terbukti sengaja membakar lahan demi pembukaan kawasan baru secara murah.
"Kalau 335 perusahaan itu bahkan mungkin bisa lebih lagi indikasinya ada niat untuk membuka lahan dengan cara mudah, cara murah, dengan membakar begitu, konsekuensinya kita tahu sendiri dalam penegakan hukum kita; ada denda kepada negara, ada biaya pemulihan, dan kalau indikasinya kuat memang betul-betul mens rea-nya (niat jahat) sudah jelas begitu, itu bisa pidana," ujar Jumhur dikutip dari Instagram @lingkunganjumhur, Sabtu (22/8).
Penegakan hukum dilaporkan telah berjalan di lapangan seiring adanya beberapa konsesi yang ditindak tegas akibat melanggar janji mitigasi lingkungan.
"Saya peringatkan lagi bahwa janji pemilik konsesi untuk memitigasi supaya tidak terjadi kebakaran, itu tetap harus dikejar. Kita setelah ini akan memverifikasi, dan sudah ada laporan dari beberapa perusahaan yang memang indikasinya kuat dia nakal begitu, sudah kita segel," imbuhnya.
Meskipun demikian, Jumhur menilai Riau telah menunjukkan kesiapan mitigasi yang cukup memadai jika dibandingkan dengan wilayah lain sebelum datangnya fenomena El Nino.
"Saya melihat di Riau karena mitigasinya baik sebelum adanya El Nino ini, ada sekat kanal, persiapan embung-embung dan sebagainya yang pemerintah dan pak Kapolda bekerja keras untuk itu dengan 'Riau Bersinergi', Alhamdulillah dari data kami, Riau termasuk provinsi yang sekarang mitigasinya sangat baik," ucap Jumhur.
Pemerintah pusat mencatat penurunan angka kasus kebakaran di wilayah Riau jika disandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya.
"Dan jumlah kebakaran dan sebagainya jauh menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi, saya rasa ini bisa jadi pembelajaran untuk semua," lanjut dia.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menginstruksikan seluruh instansi gabungan untuk bersiap menghadapi ancaman peningkatan karhutla hingga November mendatang, terutama di area rentan seperti Pelalawan.
“Kita tidak boleh lengah, terutama menghadapi September, Oktober hingga November yang perlu kita antisipasi bersama. Karena itu, seluruh kekuatan yang ada harus kita siapkan dan dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan,” ucapnya.
Kondisi pemadaman di area gambut Pelalawan dinilai sangat menantang akibat minimnya ketersediaan air. Kepala Pelaksana BPBDPK Provinsi Riau Edy Afrizal mencatat ada 216 titik panas di wilayah tersebut.
“Untuk memperkuat penanganan, peralatan pemadaman dan sumber air terus kita tambah, dari sebelumnya enam unit menjadi sekitar 15 unit. Personel juga terus diperkuat melalui kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya,” jelasnya.
Dampak kepekatan asap di wilayah Pelalawan diantisipasi Polda Riau dengan menerjunkan 13 personel medis Biddokkes ke Kecamatan Kerumutan guna membagikan vitamin dan mengobati warga serta petugas.
"Kami melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang terdampak asap. Tim juga mendatangi langsung beberapa warga untuk memastikan mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan," kata Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr Parluhutan Sitindaon, Minggu (23/8/2026).
Layanan pemeriksaan kesehatan medis difokuskan bagi personel gabungan dan masyarakat guna mencegah lonjakan penyakit saluran pernapasan.
"Paparan asap dalam waktu lama tentu perlu menjadi perhatian. Karena itu, fokus kami bukan hanya masyarakat, tetapi juga personel yang setiap hari berada di lapangan melakukan pemadaman," ujarnya.
Kesiapan Puskesmas Kerumutan turut dipastikan lengkap dengan fasilitas ruang rawat, ketersediaan tabung oksigen, serta persediaan masker N95.
"Kami memastikan fasilitas kesehatan terdekat memiliki kesiapan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan masyarakat yang membutuhkan penanganan. Ketersediaan ruang perawatan, oksigen, masker hingga obat-obatan sudah kami cek langsung," kata Parluhutan.
Polda Riau juga mengerahkan 10 personel Bagian Psikologi Biro SDM untuk membantu pemulihan mental warga dan anak-anak yang terdampak bencana kebakaran lahan.
"Kami hadir karena karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi ada juga anak-anak yang kehilangan ruang bermain, orangtua yang cemas karena penghasilan terganggu akibat kebun yang terbakar dan tak bisa diolah, termasuk petugas di lapangan yang juga mengalami kelelahan fisik maupun psikis," ujar Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Winarko.
Pendampingan psikis dilakukan guna memberikan rasa tenang dan ruang aman bagi warga yang menghadapi situasi darurat asap.
"Kami sampaikan kepada masyarakat yang terdampak bahwa rasa takut, cemas atau marah itu wajar dalam situasi bencana. Yang penting warga memiliki cara untuk mengelolanya dan tidak memendam sendiri," katanya.
Layanan pendampingan trauma healing dipastikan akan terus meluas ke sejumlah lokasi lain di Pelalawan yang terimbas kabut asap.
"Pulih dari bencana itu butuh waktu. Tugas kami memastikan bahwa selama proses itu tidak ada yang merasa sendirian," tutup Winarko.
Di Kabupaten Kampar, petugas Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru Firza Causar melaporkan luas kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang meningkat dari 8,8 hektar menjadi 10 hektar akibat cuaca panas dan embung air yang mengering.
"Hari ini bertambah 1,2 hektar karena cuaca panas, angin kencang, dan bahan bakar (semak belukar) masih banyak," ujar Firza di lokasi, Sabtu.
Sulitnya mendapatkan pasokan air membuat proses pemadaman darat membutuhkan waktu lama hingga memanfaatkan bantuan unit tangki air dan ekskavator.
"Kami sangat kesulitan. Tak ada air," kata Firza.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow