Pemerintah Gelar Program SMK Go Global untuk Pekerja Migran

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia meluncurkan program pembekalan dan pelatihan SMK Go Global di sejumlah daerah pada Rabu (26/8/2026) guna memperkuat kompetensi serta kesiapan calon Pekerja Migran Indonesia menghadapi pasar kerja internasional.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyampaikan bahwa penempatan pekerja migran sepanjang 2026 telah menyerap sekitar 238.000 orang dari target tahunan sebanyak 350.000 orang melalui skema swasta, pemerintah, maupun mandiri.

"Jadi target kita tahun ini 350.000 ya, mudah-mudahan ini bisa tercapai, (dan juga memberikan) dampak terhadap devisa," ujar Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.

Langkah penyiapan tenaga kerja produktif ini diambil untuk merespons peluang pasar kerja di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia yang sedang mengalami fenomena penuaan populasi.

"Sehingga diharapkan dari yang sudah kita latih 40.000 tahun 2026 ini semuanya nanti memiliki kesiapan baik dari sisi kesiapan teknis, skill teknis, maupun bahasa, dan juga dari sisi sertifikasi. Sehingga sudah siap untuk ditempatkan bekerja di luar negeri untuk sektor-sektor yang sudah kita persiapkan, jadi ini polanya seperti itu," jelas Mukhtarudin.

Berdasarkan data Bank Indonesia, kontribusi remitansi dari para pekerja migran mencapai sekitar Rp 288 triliun atau menyumbang 11 persen terhadap cadangan devisa negara sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Di Jambi, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Riau bekerja sama dengan Universitas Baiturrahim melatih 120 peserta yang terbagi dalam program pengasuh lansia, bahasa Jepang, dan pelayan restoran untuk penempatan ke Jepang serta Brunei Darussalam.

"Pelatihan ini adalah langkah penting untuk membekali para CPMI dengan keahlian yang matang, baik dari segi keterampilan kerja maupun penguasaan bahasa," ujar Kepala BP3MI Riau Harold Hamonangan.

Program ini dirancang untuk memastikan seluruh proses penempatan tenaga kerja berjalan secara prosedural, profesional, dan mendapatkan perlindungan hukum yang jelas di negara tujuan.

"BP3MI Riau berkomitmen memastikan Pekerja Migran Indonesia berangkat sebagai tenaga kerja profesional, berdaya saing tinggi, serta terlindungi secara hukum dan kualitas," kata Harold Hamonangan.

Sementara itu di Sulawesi Tengah, sebanyak 220 peserta lolos seleksi dari total 1.750 pendaftar untuk mengikuti rangkaian pembekalan program tahun 2026.

"Insya Allah kalau tahun-tahun mendatang alokasi anggaran untuk anak-anak kami yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah bisa ditambah," ujar Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido.

Para peserta diimbau untuk disiplin menjaga etika, kesehatan, serta mampu beradaptasi dengan hukum dan budaya di negara penempatan.

"Kalau sekali ada yang bertekad untuk keluar dari Palu, pantang untuk kembali kalau tidak berhasil," kata Reny A. Lamadjido.

Pengalaman bekerja di luar negeri diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang mandiri sekaligus membendung risiko tindak pidana perdagangan orang akibat jalur non-prosedural.

"Jangan kita memalukan bangsa Indonesia, terutama Sulawesi Tengah sendiri," pesan Reny A. Lamadjido.

Pemerintah daerah berharap kuota pelatihan serta alokasi anggaran program terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

"Tidak menutup kemungkinan adik-adik yang ada di ruangan ini nanti menjadi Wakil Gubernur," ujar Reny A. Lamadjido.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed