Pemerintah Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Lewat SMK Go Global

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja ke pasar internasional melalui program SMK Go Global hingga 2029, seperti dilansir dari Investor Daily pada Rabu (2/9/2026).

Program tersebut diluncurkan guna menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan 300.000 lulusan SMK serta 200.000 peserta dari jalur umum.

"SMK Go Global itu branding yang kami pakai, tapi sebetulnya pesertanya bisa siapa saja. Masyarakat umum juga dimungkinkan untuk menjadi peserta lulusan D3, S1, S2. Kalau punya aspirasi bekerja ke luar negeri, ini menjadi sarana yang sangat baik," kata Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dalam konferensi pers di gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Program ini dirancang untuk membuka akses bagi lulusan pendidikan vokasi dengan membekali kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri internasional serta mengarahkan peserta pada penempatan kerja.

Pemerintah mematok target penempatan tenaga kerja secara bertahap, mulai dari 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, hingga 140.000 orang pada 2029. Sektor prioritas mencakup perawat, pendamping lansia, tukang las, pengemudi bus atau truk, hingga bidang perhotelan. Negara tujuan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Turki, dan Taiwan.

Data Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mencatat ada 289.938 peluang kerja luar negeri, tetapi baru 74.335 posisi atau sekitar 25,64 persen yang terserap hingga 30 Agustus 2026.

"Artinya, masih ada 215.603 peluang kerja yang terbuka. Ini adalah kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia, tetapi tentu harus diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memenuhi kualifikasi," terang Christina.

Pelaksanaan SMK Go Global pada 2026 dibagi menjadi dua tahap. Gelombang 1 dan 2 dari Tahap 1 telah menjaring 3.340 peserta untuk mengikuti pelatihan di 167 kelas pada 20 wilayah kerja BP3MI. Pendaftaran Tahap 1 Gelombang 3 dibuka pada 1–11 September 2026.

Seluruh pembiayaan program ini ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sehingga peserta tidak dipungut biaya. Peserta yang menyelesaikan pelatihan bakal menerima pendampingan kesiapan kerja, informasi lowongan, hingga fasilitas penyaluran kerja dengan mitra industri dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

"Harapan kami, SMK Go Global menjadi salah satu instrumen memanfaatkan bonus demografi Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional," pungkas Christina.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed