Minola Sebayang Tanggapi Bullying Anak Sarwendah dan Ruben Onsu di Jakarta
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi pernyataan Sarwendah yang menyebut anak-anaknya menjadi korban bullying terkait masalah keluarga mereka di Jakarta.
Minola menyatakan jika anak-anak benar di-bully, mestinya hal itu terjadi sejak awal munculnya kabar negatif tentang Ruben yang disebut tidak memberikan nafkah, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Minola menduga ada faktor lain yang memengaruhi kondisi anak-anak, dan selama ini sorotan publik terlalu fokus pada pihak Ruben Onsu.
"Kalau memang misalnya anak-anaknya di-bully kan harusnya di-bully dari sejak mulai terjadi adanya preskon pertama dari mereka itu yang mengatakan bahwa Ruben sudah tidak memberikan uang nafkah. Kami kan nggak ngomong apa-apa," ujar Minola Sebayang di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Minola juga menegaskan keinginan Ruben untuk dapat menghabiskan waktu bersama ketiga anaknya tanpa pengawasan, termasuk tanpa campur tangan pihak lain.
"Seperti yang dikatakan oleh Ruben, berikan anak-anak itu bersama dengan dia secara bebas tanpa pengawasan. Termasuk ibunya juga nggak perlu ikut campur, kan dia ayahnya," ucap Minola.
Menurut Minola, kekhawatiran dari pihak Sarwendah mungkin muncul karena takut anak-anak berbicara spontan kepada Ruben jika bertemu tanpa didampingi, sehingga membuat proses pertemuan menjadi sulit.
"Mungkin anak-anak ini kalau misalnya tanpa ada orang lain atau ibunya yang mengawasinya mungkin keceplosan ngomong. Mungkin ini yang dijaga, yang ditakutkan. Makanya berat banget ini dia untuk melepas anak-anak ini," tambah Minola.
Minola juga menyampaikan cerita Ruben Onsu yang saat melayat ke rumah duka orang tua Sarwendah, bertemu anak-anak dan mendengar ucapan yang membuatnya terkejut.
"Apalagi ketika Ruben sudah keluar ngomong bahwa ketika dia melayat orang tuanya, lalu besoknya bertemu anak-anak di sekolah saat mengantar sekolah, Ruben menyampaikan, 'Kemarin ayah datang pencitraan ya?'," beber Minola.
Karena itu, Minola menduga pihak Sarwendah takut anak-anak bertemu Ruben tanpa pengawasan karena khawatir anak-anak akan bertanya atau berbicara spontan.
"Jadi mungkin ini juga salah satu kekhawatiran kalau anak-anak ini ketemu tanpa ada kehadiran dia dan orang-orang yang dia percaya, mungkin anaknya ceplos dan nanya sama Ruben. Jadi akhirnya mungkin takut. Mungkin loh ya," kata Minola.
Minola menyimpulkan bahwa hal ini menyebabkan sulitnya menyediakan waktu berkualitas antara Ruben dan anak-anak.
Dalam podcast Denny Sumargo, Sarwendah menyatakan ketakutannya bahwa anak-anak mengetahui masalah keluarga mereka yang viral di media sosial.
"Ketika berita ini ke-blow up aku takut anak-anak aku tahu. Aku bisa cek medsos mereka, tapi aku nggak bisa jaga teman-teman mereka. Ternyata ada beberapa berita yang udah sampai ke Cici ya tentang kegaduhan ini," ujar Sarwendah.
Dia menegaskan bahwa anak-anaknya adalah anak baik dan sopan, serta tidak mungkin bicara sembarangan.
"Satu hal yang mau aku klarifikasi dengan benar. Anak-anak aku itu anak-anak baik, sangat sopan, berprestasi. Jadi tidak ada satu kalipun mereka bertutur kata, Nia ngomong 'Pencitraan' aku telepon susnya. 'Memang Nia tahu pencitraan apa?'. 'I baru pertama kali dengar', tapi dengan kata-kata itu anak saya di-bully di media sosial sekolahnya, di-bully dibilang anak nggak tahu diri. Anak saya nggak melakukan itu, tapi dihujat," ucap Sarwendah dengan suara bergetar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow