Mantan Penyidik KPK dan Organisasi Pers Kecam Hotman Paris
Fasilitas jumpa pers dan sikap pengacara Hotman Paris Hutapea saat mendampingi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/7) mendatangkan gelombang kritik keras dari mantan penyidik KPK dan empat organisasi profesi wartawan.
Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap menyoroti keistimewaan yang diterima tim pengacara tersangka korupsi tersebut. Menurut Yudi, fasilitas berupa meja dan mikrofon saat jumpa pers di area Gedung Kejagung merupakan hal yang tidak biasa untuk pengacara seorang tersangka.
"Rasanya tidak pernah pengacara tersangka mendapatkan fasilitas untuk konpers dengan disediakan mic dan meja," kata Yudi kepada wartawan, Senin (20/7/2026).
Yudi menilai keistimewaan tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap penanganan kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejagung. Ia menduga masih ada pihak internal yang membantu penyediaan sarana tersebut.
"Tentu ini merupakan noda bagi kepercayaan masyarakat yang masih belum percaya kejaksaan mengusut sendiri kasus Febrie. Jangan-jangan masih ada loyalisnya Febrie yang terlibat dalam pemberian fasilitas konpers tersebut," katanya.
Eks penyidik KPK itu pun mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk menerjunkan tim khusus guna mengusut dalang di balik pemberian fasilitas konferensi pers tersebut.
"Jaksa Agung harus menurunkan tim untuk mengusut siapa dalang di balik penyediaan fasilitas konpers Hotman Paris dan timnya. Sebab ini tidak sesuai asas keadilan, apalagi mereka merupakan pengacara tersangka korupsi," jelas Yudi.
Ia menambahkan bahwa pembenahan internal di tubuh Kejaksaan Agung harus segera dilakukan demi menjaga kredibilitas penanganan kasus korupsi batu bara, Krakatau Steel, dan Asabri.
"Kejadian itu jangan terulang lagi. Untuk itulah, maka bersih bersih kejaksaan dari para pendukung Febri harus segera dilakukan jika masih ingin dapat kepercayaan dari masyarakat mengusut kasus korupsi terkait suplai batu bara Ke PLTU, Krakatau Steel dan Asabri," sambungnya.
Di sisi lain, respons emosional Hotman Paris saat menjawab pertanyaan jurnalis pada sesi jumpa pers tersebut juga menuai kecaman dari Forum Pemred, IJTI, PWI Pusat, dan Iwakum. Hotman dinilai melontarkan ucapan yang merendahkan martabat jurnalis.
"Lu punya otak, enggak?" kata Hotman Paris Hutapea, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah.
Ketua Forum Pemred Retno Pinasti menilai pilihan kata dan sikap pengacara senior tersebut sangat tidak pantas serta melanggar hak verifikasi jurnalis yang dijamin undang-undang.
"Sangat tidak pantas jika narasumber merespons pertanyaan wartawan dengan cara merendahkan baik dari pilihan kata, seperti lu punya otak ngga, maupun sikap arogan yang sama sekali tidak menjawab substansi pertanyaan," kata Retno dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7).
Dukungan atas profesionalisme jurnalis juga disampaikan oleh Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan. Ia menegaskan pentingnya etika komunikasi antarprofesi dalam menjaga prinsip kebebasan pers.
"IJTI mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga etika komunikasi antarprofesi. Mengeluarkan pernyataan yang merendahkan profesi lain sama saja dengan mencederai nilai-nilai profesionalisme itu sendiri," katanya.
Atas insiden tersebut, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir meminta Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Munir menekankan penolakan menjawab pertanyaan harus disampaikan secara santun.
"Kritik terhadap pertanyaan wartawan adalah hal wajar, tetapi penyampaiannya harus dilakukan secara santun, profesional, dan tidak merendahkan martabat insan pers," ujar Akhmad seperti dikutip detikcom, Minggu (19/7).
Sementara itu, Ketua Umum Iwakum Irfan Kamil menilai ucapan Hotman sebagai bentuk penghinaan intelektual dan merusak iklim penegakan hukum.
"Pernyataan 'lu punya otak enggak?' bukanlah kritik, melainkan penghinaan terhadap wartawan," kata Kamil.
Iwakum pun mendesak organisasi advokat tempat Hotman bernaung untuk segera menggelar sidang pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow