Karhutla Way Kambas Padam Satwa Dipastikan Aman

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan dan lahan seluas 673 hektare di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, resmi dipadamkan petugas gabungan pada Sabtu (22/8/2026) malam. Pemadaman membutuhkan waktu hingga 42 jam, seperti dilansir dari Investor Daily.

Kementerian Kehutanan memastikan kobaran api di kawasan konservasi tersebut tidak memicu dampak negatif terhadap populasi gajah liar maupun gajah jinak. Sebanyak 250 personel gabungan dari Balai TNWK, TNI, Polri, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk memadamkan api.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, langsung meninjau lokasi terdampak kebakaran di Resor Kuala Penet pada Minggu (23/8/2026). Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.

"Saya ingin memastikan proses penangan Karhutla di TNWK berjalan efektif," kata Ahmad Munawir, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

Ahmad menjelaskan bahwa upaya pemadaman ini merupakan langkah cepat untuk merealisasikan instruksi langsung dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

"Alhamdulillah dengan kolaborasi yang baik ini berhasil dipadamkan tadi malam, kurang lebih jam 7 malam," ujar Ahmad Munawir, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

Tim gabungan terus menyisir area bekas kebakaran hingga menjelang tengah malam demi memastikan tidak ada lagi sisa bara api yang tersembunyi.

"Yang terbakar, yang kita sudah ukur sementara, tapi kita akan memastikan, kurang lebih enam ratusan hektare yang terbakar," kata Ahmad Munawir, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

Lokasi titik api diketahui berada di wilayah selatan kawasan TNWK, sehingga tidak mengganggu pergerakan kelompok gajah liar yang berhabitat di kawasan utara.

"Alhamdulillah di kebakaran ini tidak ada satu ekor gajah pun yang kemudian terdampak," ujar Ahmad Munawir, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

Kementerian Kehutanan berencana menggandeng pihak kepolisian untuk mengusut dugaan kelalaian atau unsur kesengajaan di balik peristiwa kebakaran ini.

"Kalau memang ada indikasi ke arah kesengajaan maka itu pasti ada proses hukumnya," kata Ahmad Munawir, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

Proses pemadaman di area lahan bergambut sempat terkendala oleh sulitnya akses jalan serta minimnya pasokan air di sekitar titik kebakaran. Sebagai langkah antisipasi susulan, Balai TNWK kini meningkatkan frekuensi patroli keamanan di titik-titik rawan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed