Israel Serang Pangkalan Udara Suriah Cegah Pengerahan Pasukan Turki

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Israel melancarkan serangan udara terhadap pangkalan udara Abu Duhur di Provinsi Idlib, Suriah, pada Selasa (18/8) dini hari guna menggagalkan rencana pengerahan pasukan militer Turki ke wilayah tersebut.

Aksi militer yang menargetkan pangkalan di dekat Aleppo itu memicu kritik keras dari Amerika Serikat karena dinilai dapat memperkeruh stabilitas kawasan di tengah transisi kepemimpinan baru Suriah paska-runtuhnya rezim Bashar Al Assad.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan langkah tersebut diambil lantaran Suriah dinilai melanggar kesepakatan keamanan kawasan.

"Israel dan Suriah telah menyepakati status quo dalam masalah keamanan. Namun, Suriah berada di ambang pelanggaran kesepakatan tersebut dengan mengizinkan pasukan Turki dikerahkan ke sebuah pangkalan udara di dekat Aleppo," kata kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.

Sumber militer Suriah melaporkan jet tempur Israel menyerang landasan pacu sebanyak delapan kali hingga merusak sejumlah infrastruktur tanpa menimbulkan korban jiwa. Fasilitas militer tersebut diketahui sudah tidak beroperasi sejak 2012 dan berada di bawah pengawasan Kementerian Pertahanan Suriah.

Laporan Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan gempuran terjadi tak lama setelah delegasi militer Turki mengunjungi lapangan udara tersebut. Pihak Israel mengklaim peringatan awal yang dilayangkan kepada pemerintah Suriah telah diabaikan.

"Israel telah berulang kali memperingatkan Suriah bahwa pengerahan tersebut akan menimbulkan ancaman terhadap keamanan Israel. Suriah memilih untuk mengabaikan peringatan tersebut," lanjut pernyataan kantor PM Netanyahu.

Langkah sepihak Tel Aviv ini memicu reaksi keras dari Washington yang sedang berupaya mendukung stabilitas di bawah Presiden Ahmed Al Sharaa. Amerika Serikat menilai serangan mendalam di luar zona penyangga Dataran Tinggi Golan justru memperburuk ketegangan.

Utusan Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barrack, menyampaikan keprihatinannya atas eskalasi militer tersebut.

"Serangan tersebut merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak membantu menciptakan stabilitas kawasan," tulis Barrack, yang merupakan teman bisnis Presiden Donald Trump sekaligus duta besar AS untuk Turki, di X.

Pemerintah Amerika Serikat mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dari tindakan militer lanjutan.

"Kami mendorong semua pihak untuk mengutamakan dialog yang rasional daripada insiden militer lebih lanjut," katanya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed