Turki Kerahkan Kendaraan Lapis Baja Usai Serangan Israel di Suriah
Aktivitas militer di kawasan Suriah kembali melonjak setelah pergerakan armada militer Turki terdeteksi di sepanjang jalur barat hingga selatan negara tersebut. Langkah ini menyusul aksi pengeboman sepihak oleh armada udara Israel terhadap Pangkalan Udara Abu al-Duhur.
Pergerakan armada tersebut mencakup pengerahan sekitar 200 hingga 250 kendaraan lapis baja yang diiringi oleh mobilisasi sekitar 20 unit tank. Langkah taktis ini berlangsung sesudah Israel menghantam fasilitas penampungan dan landasan pacu di kawasan barat daya Suriah pada Selasa lalu, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Pemerintah Israel mengeklaim bahwa operasi udara militer mereka dilancarkan guna memutus rencana penempatan pasukan Ankara di pangkalan udara tersebut. Israel menegaskan kekhawatirannya atas potensi pergeseran peta kekuatan strategis di wilayah Suriah.
"Israel tidak akan mengizinkan pihak mana pun yang mengancam keamanan kami," tulis Katz di platform X.
Kementerian Pertahanan Turki membantah tuduhan pengerahan pasukan secara permanen di Pangkalan Udara Abu al-Duhur. Pihaknya menegaskan bahwa kehadiran personel militer sebelum insiden hanya sebatas program pelatihan dan transfer keahlian.
"dalam hal ini, upaya dan kontribusi kami untuk melindungi kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah akan terus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dengan tujuan membantu menciptakan kondisi yang aman dan stabil," ujar Juru bicara kementerian tersebut.
Pihak Tel Aviv mengeklaim telah menyampaikan peringatan resmi kepada Damaskus agar tidak memberikan akses ruang bagi kekuatan militer Turki di kawasan udara tersebut.
"Pesan kami sangat jelas, jangan lakukan itu. Saya rasa mereka tidak fully memahami pesan tersebut," kata Netanyahu pada Rabu (19/8).
Pemerintah Suriah menegaskan bahwa fasilitas penerbangan di Abu al-Duhur saat ini sedang dalam pembenahan infrastruktur oleh Angkatan Udara Suriah dan belum beroperasi penuh untuk keperluan pangkalan asing.
"Tidak ada niat untuk mendirikan pangkalan militer Turki ataupun membangun markas militer Turki secara permanen bahkan sampai menempatkan pasukan Turki di lokasi tersebut," ujar Al-Shaibani dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Axios, pada Rabu (19/8).
Menghadapi eskalasi yang kian memanas, Pemerintah Amerika Serikat melalui perwakilannya dilaporkan mulai memfasilitasi komunikasi diplomatik tripartit antara Turki, Israel, dan Suriah guna mencegah timbulnya konfrontasi militer secara terbuka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow