Ismail Sabri Didakwa Tidak Laporkan Aset Senilai Hampir US$ 40 Juta

Smallest Font
Largest Font

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, menghadapi dakwaan karena diduga tidak melaporkan asetnya sesuai ketentuan Undang-Undang Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC).

Dakwaan itu berdasarkan Pasal 36(2) Undang-Undang MACC dibacakan di Pengadilan Sesyen Kuala Lumpur pada Kamis, 27 Agustus, dengan nilai aset yang tidak dilaporkan mencapai hampir US$ 40 juta.

Aset yang dimaksud berupa mata uang ringgit Malaysia dan sembilan mata uang asing, serta sejumlah logam mulia seperti lima batang emas Suisse Fine, satu batang perak Suisse Fine, dan satu koin emas.

Aset tersebut diduga tidak dilaporkan pada saat deklarasi kekayaan yang dilakukan pada 7 Februari tahun sebelumnya di kantor pusat MACC di Putrajaya.

Dilansir dari Detik Finance, uang jaminan untuk Ismail Sabri ditetapkan sebesar RM 300.000, dan sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 29 September.

Jika terbukti bersalah, Ismail Sabri berpotensi menghadapi hukuman penjara sampai lima tahun dan denda sebesar RM 100.000.

Ismail Sabri menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia dari Agustus 2021 hingga November 2022 dan masuk sorotan dalam dugaan kasus korupsi serta pencucian uang.

Sepanjang tahun lalu, dia beberapa kali dipanggil oleh MACC untuk pemeriksaan, yang kemudian menyelesaikan penyelidikannya pada Juni 2025.

Pada Maret 2025, Ismail Sabri resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang melibatkan dana pemerintah senilai RM 700 juta.

Dana tersebut diduga digunakan untuk mendukung kampanye pemerintah bertema "Keluarga Malaysia", yang merupakan program yang dikenalkan saat awal masa jabatannya sebagai perdana menteri.

Dalam proses penyelidikan, MACC menyita berbagai barang bukti berupa uang tunai sekitar RM 170 juta dalam mata uang lokal dan asing, 16 kilogram emas batangan senilai RM 7 juta, serta perhiasan dan jam tangan mewah dari beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat penyimpanan aset rahasia.

Selain Ismail Sabri, empat mantan stafnya juga ditangkap terkait kasus ini.

Proses persidangan sempat ditunda dari jadwal awal 7 Agustus karena Ismail Sabri harus menjalani perawatan medis di Institut Jantung Nasional Malaysia dan prosedur pemasangan alat pacu jantung.

Ismail Sabri menjadi perdana menteri ketiga di Malaysia yang menghadapi penyelidikan korupsi setelah Najib Razak dan Muhyiddin Yassin. Masa jabatannya juga tercatat sebagai yang paling singkat dalam sejarah Malaysia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed