IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.449 pada Perdagangan Selasa
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan kenaikan 47,94 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.449,83 pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pergerakan positif ini terjadi usai indeks sempat menyentuh level terendah di 6.448 dan level tertinggi 6.490.
Data RTI mencatat transaksi perdagangan mencapai Rp14,67 triliun dengan volume 33,19 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 2.181.045 kali. Sebanyak 399 saham tercatat menguat, 236 saham melemah, serta 159 saham lainnya stagnan, sehingga kapitalisasi pasar berada di level Rp11.372 triliun.
Penguatan indeks domestik selaras dengan tren bursa saham Asia-Pasifik, seperti Indeks Hang Seng Hong Kong yang naik 1,34 persen, Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,74 persen, Indeks Kospi naik 2,35 persen, serta indeks unggulan Tiongkok yang melonjak lebih dari satu persen.
Sebelum pasar ditutup, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman telah memperkirakan IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
"Diperkirakan support IHSG 6.300-6.330 dan resist IHSG 6.450-6.500," jelas Fanny dalam risetnya.
Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan pasar saham domestik turut dipengaruhi oleh antisipasi para pelaku pasar terhadap sejumlah rilis agenda ekonomi penting.
"Untuk Selasa, posisi pergerakan IHSG masih berpeluang menguat dengan support 6.324 dan resist 6.425," ujar Herditya.
MNC Sekuritas mencatat perhatian pasar terfokus pada hasil rapat kebijakan Bank Indonesia terkait penetapan BI Rate pekan ini.
"Untuk sentimen, kami perkirakan akan dipengaruhi oleh investor yang menanti BI Rate yang berlangsung pekan ini, di mana diperkirakan masih akan bertahan pada level 5,75 persen," kata Herditya.
Selain kebijakan suku bunga acuan domestik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada penyesuaian indeks global serta arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
"Investor juga mencermati dampak dari pengumuman MSCI terhadap flow di IHSG," ujar Herditya.
Sentimen eksternal tersebut dinilai menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
"Investor juga menanti FOMC Minutes akan kebijakan The Fed ke depannya," kata Herditya.
Atas pertimbangan sentimen yang ada, Herditya merekomendasikan pencermatan pada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di rentang 9.575–9.975, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada 3.140–3.190, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) pada 935–975.
Sementara itu, Direktur PT Reliance Sekuritas Tbk Reza Priyambada memproyeksikan pergerakan indeks berada dalam rentang support 6.324 dan resistance 6.463 dengan mengandalkan penguatan pada sejumlah emiten perbankan besar.
"Mayoritas bursa Asia menguat. Seperti Indeks Nikkei225 menguat +1.77 persen dan Indeks Kospi menguat +2.35 persen," katanya.
Sektor perbankan yang direkomendasikan Reza mencakup PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow