IHSG Melemahlah ke Level 6.296 pada Perdagangan 14 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia terkoreksi 5,18 poin atau 0,08 persen ke level 6.296,59 pada pembukaan perdagangan Jumat (14/8/2026). Pergerakan mendatar ini terjadi menjelang penyampaian pidato kenegaraan dan Nota Keuangan RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Tekanan di pasar modal terdorong oleh pelemahan mayoritas indeks sektoral, terutama sektor barang baku, energi, transportasi, barang konsumer non-primer, serta keuangan. Transaksi perdagangan saham pagi ini mencatatkan nilai sebesar Rp298,20 miliar dengan volume 1,10 miliar saham, di mana 217 saham melemah, 193 saham menguat, dan 227 saham stagnan.
Analis melihat pergerakan indeks domestik masih tertahan oleh penyesuaian teknis dan menunggu arah kebijakan fiskal pemerintah. Korea Investment and Sekuritas Indonesia mencatat tekanan dari rebalancing indeks MSCI sebelumnya relatif terbatas karena sudah terakomodasi oleh ekspektasi pelaku pasar.
"Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.
Pasar keuangan domestik juga terus memperhatikan rincian RUU RAPBN 2027 yang mencakup delapan klaster program prioritas, termasuk kedaulatan pangan, kemandirian energi, hilirisasi, serta infrastruktur. Asumsi pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan target defisit anggaran menjadi fokus utama para investor.
"IHSG berpotensi rebound hari ini, setelah kemarin kuat bertahan di support kuat 6.300," kata Head of Retail Research Analyst Fanny Suherman.
Fanny memproyeksikan rentang batas bawah pergerakan indeks berada di level 6.250 hingga 6.300, sementara area batas atas berada pada kisaran 6.420 sampai 6.450. Sentimen kawasan global cenderung positif menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang melandai sehingga meredakan spekulasi kenaikan suku bunga bank sentral The Fed.
"Menjelang agenda penting tersebut, IHSG diproyeksikan cenderung bergerak flat dan konsolidatif dalam rentang support 6.250 hingga resistance 6.370,” sebut Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Azharys Hardian.
Indeks utama di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis sebelumnya, ditopang oleh data Indeks Harga Produsen AS yang stagnan pada level 4,7 persen secara tahunan. Bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak bervariasi, di mana indeks KOSPI Korea Selatan melonjak tajam ditopang saham sektor teknologi dan semikonduktor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow