Harga Emas Diproyeksikan Berada Dalam Tekanan Menuju Level Support

Smallest Font
Largest Font

Proyeksi harga emas diperkirakan masih dibayangi tren bearish pada perdagangan Selasa (4/8/2026) karena belum mampu menembus area resistance kuat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Kondisi tersebut membuka peluang pelemahan lebih lanjut menuju kisaran level support terdekat dalam pergerakan jangka pendek.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai bahwa skenario koreksi tetap menjadi acuan utama selama belum ada dorongan harga di atas level kritis. Pada grafik harian, pergerakan emas masih tertahan di area resistance US$ 4.075 per ons troi serta berada di bawah Moving Average 21.

"Gagalnya harga ditutup di atas area resistance menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual setiap kali harga mengalami kenaikan. Selama belum ada konfirmasi breakout yang valid di atas level US$ 4.075 per ons troi, bias pergerakan emas masih mengarah pada pelemahan," ujar Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.

Kondisi teknikal tersebut memperlihatkan penjual masih memegang kendali arah pasar secara keseluruhan. Geraldo memperhitungkan level US$ 4.018 per ons troi sebagai sasaran penurunan terdekat yang krusial.

"Sebaliknya, jika muncul respons beli yang cukup kuat di sekitar level tersebut, harga emas berpotensi mengalami technical rebound," paparnya.

Meskipun demikian, ada ambang batas tertentu yang perlu dilewati agar aset ini dapat keluar dari tekanan jangka pendek.

"Selama harga masih bergerak di bawah resistance utama, setiap kenaikan masih berpotensi menjadi koreksi sementara dalam tren bearish yang lebih besar," katanya.

Di luar indikator teknikal, dinamika pergerakan perhiasan maupun logam mulia sangat bergantung pada kekuatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

"Sebaliknya, pelemahan dolar AS atau penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi menjadi katalis positif bagi harga emas. Penurunan yield akan mengurangi biaya peluang dalam memiliki emas sehingga permintaan terhadap aset safe haven berpotensi meningkat," tegasnya.

Selain faktor nilai tukar dan yield obligasi, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS serta arah kebijakan suku bunga The Fed.

"Sebaliknya, jika data mulai melemah dan memunculkan harapan pelonggaran kebijakan moneter, emas berpotensi memperoleh dukungan melalui pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi," tutupnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed