Harga emas dunia berpotensi lanjut melemah ke 4360 per ons

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia mengalami tekanan pada perdagangan Senin 31 Agustus 2026, turun 0,61 persen ke 4428 dolar per ons troi. Investor Daily melaporkan, analis memandang pergerakan berpotensi berlanjut menuju level support 4360 dolar per ons troi. Pada Jumat 28 Agustus 2026, harga emas sempat melemah 3,18 persen ke 4455,15 dolar per ons troi.

Menurut Investor Daily, kinerja terkini membuat fokus pasar mengarah ke area support berikutnya. Analisis teknikal yang disampaikan Geraldo menilai pergerakan pada grafik empat jam masih cenderung bearish. Investor Daily juga mencatat belum muncul sinyal pembalikan yang cukup kuat.

"Drop Base Drop" menjadi salah satu pola yang disebut memperkuat indikasi tekanan jual, dengan urutan penurunan harga, fase konsolidasi atau base, lalu penurunan berlanjut.

"Level US$ 4.360 per ons troi menjadi level penting untuk dicermati karena merupakan support sebelumnya sekaligus bertepatan dengan level Fibonacci 161,8%," tulis Geraldo dalam risetnya, Senin 31 Agustus 2026. Investor Daily melaporkan, kombinasi support sebelumnya dan level Fibonacci itu membuat area 4360 dolar per ons troi berpotensi diuji dalam jangka pendek. Reaksi harga di sekitar level tersebut dipakai sebagai indikator arah selanjutnya.

"Sebaliknya, apabila tekanan jual semakin kuat dan harga emas menembus support US$ 4.360 per ons troi, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju level yang lebih rendah," tambah Geraldo. Dari sisi fundamental, Investor Daily menyebut harga emas juga ditekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Geraldo memaparkan kenaikan yield membuat aset berbasis bunga lebih menarik dibanding emas yang tidak memberi imbal hasil.

"Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menopang dolar AS dan yield obligasi AS, yang pada saat bersamaan dapat menjadi sentimen negatif bagi emas," papar Geraldo. Investor Daily menuliskan pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September sekitar 57 persen. Selain itu, yield Treasury AS tenor dua tahun disebut berada di kisaran 4,33 persen.

Investor Daily juga mencatat faktor geopolitik berpotensi memberi dukungan melalui permintaan aset safe haven, seiring ketegangan AS dan Iran. Kenaikan harga minyak ikut dipantau karena dapat memunculkan kekhawatiran inflasi dan menambah volatilitas harga emas.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed