Ekonom Nilai Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2026 Belum Dorong Penciptaan Lapangan Kerja
Penulis : Arnoldus Kristianus 7 Aug 2026 | 15:01 WIB
JAKARTA, investor.id - Ekonom menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% pada triwulan II-2026 belum memberikan daya dorong ke penciptaan lapangan kerja. Pasalnya, jumlah pekerja informal belum diimbangi dengan serapat tenaga kerja di sektor formal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pekerja informal pada November 2025 sebanyak 85,35 juta orang (57,7%). Lalu pada Februari 2026 naik menjadi 87,74 juta orang (59,42%), dan pada Mei 2026 naik lagi menjadi 87,88 juta orang (59,3%).
Pada Februari 2026, pekerja formal baru mencapai 60,31 juta atau 40,70% dari total pekerja. Dengan kata lain, hampir enam dari setiap sepuluh pekerja masih bekerja dalam kegiatan informal.
“Oleh karena itu, saya akan menyebut kondisi Indonesia sekarang sebagai pertumbuhan yang tangguh dan cukup inklusif, tetapi belum cukup banyak menciptakan pekerjaan produktif,” ucap Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede saat dihubungi pada Jumat (7/8/2026).
Josua menilai, kualitas pemanfaatan tenaga kerja juga belum terlalu kuat. Sebanyak 33,20% pekerja masih bekerja kurang dari 35 jam seminggu. Sementara itu, tingkat setengah pengangguran justru naik tipis menjadi 7,28%.
“Jadi, penurunan tingkat pengangguran tidak boleh langsung disamakan dengan tersedianya pekerjaan yang cukup, stabil, produktif, dan memberikan penghasilan memadai,” terang Josua.
Melihat kondisi yang terjadi saat ini, Josua menilai ada lima prioritas paling mendesak untuk menjadikan investasi swasta dan manufaktur sebagai mesin pendorong pertumbuhan ekonomi. Pertama, mengubah ukuran keberhasilan investasi dari nilai rupiah menjadi nilai tambah dan pekerjaan. Realisasi investasi triwulan II-2026 mencapai Rp 511,8 triliun dan menyerap sekitar 742 ribu pekerja.
Namun, sektor terbesar adalah industri logam dasar sebesar Rp 81 triliun atau 15,8% dari investasi, yang secara karakter lebih padat modal daripada industri pakaian, alas kaki, makanan olahan, atau furnitur.
“Insentif pajak, lahan, energi, dan pembiayaan karena itu seharusnya dikaitkan dengan tambahan pekerja formal, tingkat upah, penggunaan pemasok dalam negeri, ekspor, pelatihan pekerja, serta pemindahan teknologi,” tutur Josua.
Kedua, pemerintah perlu membuat paket pemulihan manufaktur padat karya yang sangat terarah. Tekstil, pakaian, alas kaki, furnitur, makanan-minuman, elektronik, serta komponen otomotif membutuhkan kepastian pasokan bahan baku, listrik dan gas yang kompetitif, logistik murah, pengembalian pajak ekspor yang cepat, perlindungan perdagangan yang sah terhadap praktik tidak adil, dan akses pembiayaan modal kerja.
“Subsidi kepada perusahaan sebaiknya bersifat sementara dan diberikan berdasarkan tambahan pekerja bersih, bukan semata-mata karena perusahaan berada dalam sektor prioritas,” terang Josua.
Pentingnya Kepastian pada Kebijakan Dunia Usaha
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Konsumsi Masyarakat Tertekan, Ekonomi Melambat
Ahli Prediksi Ekonomi RI Tumbuh Hanya 5,18% pada Triwulan II-2026
Komitmen Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan
Prabowo Soroti Laporan Purbaya: Ekonomi RI dalam Kondisi Baik
Koperasi Dioptimalkan untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
International 19 menit yang lalu Kasus Ebola di Kongo Tembus 4.000, Korban Jiwa Capai 1.850 Wabah Ebola di Kongo telah mencapai 4.053 kasus dan 1.850 kematian, menjadikannya epidemi terbesar kedua di dunia.
Macroeconomy 22 menit yang lalu Ekonomi Melaju 5,29%, Namun Pekerjaan Berkualitas Dinilai Masih Langka Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% pada triwulan II-2026 dinilai belum diimbangi dengan serapat tenaga kerja berkualitas di sektor formal.
Macroeconomy 33 menit yang lalu Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52%, BI Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,18% (yoy) yang didukung oleh maraknya penyelenggaraan event besar seperti Jakarta Fair.
International 38 menit yang lalu Diduga Terlibat Penipuan Investasi Online, 25 WNA Vietnam Dideportasi Diduga terlibat penipuan investasi online, 25 WNA Vietnam resmi dideportasi dari Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
International 47 menit yang lalu Pengaruh Besar Ekspektasi Pasar Pelaku pasar kerap keliru menganggap bahwa angka inflasi yang tinggi otomatis akan memperkuat dolar AS.
Market 58 menit yang lalu Prospek Harga Emas Masih Cerah, Investor Terus Tambah Porsi Investor senior mengaku tetap optimis pada prospek harga emas dan telah meningkatkan porsi investasi meski adanya tren fluktuasi harga.
Tag Terpopuler
Terpopuler
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026, Cek Rinciannya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026, Cek Rinciannya Ramalan Nasib Saham Bank Central Asia (BBCA)
Penulis : Arnoldus Kristianus 7 Aug 2026 | 15:01 WIB
Ketiga, kepastian berusaha harus menjadi bagian utama kebijakan penciptaan kerja. Bank Dunia menilai hambatan regulasi, lemahnya persaingan, hambatan perdagangan, dan terbatasnya penyebaran pengetahuan masih menahan produktivitas serta pertumbuhan pekerjaan berkualitas.
“Agenda yang direkomendasikan adalah aturan usaha yang lebih dapat diperkirakan, persaingan lebih kuat, hambatan masuk dan keluar usaha yang lebih rendah, perdagangan lebih terbuka, serta mobilisasi modal swasta yang lebih besar,” tutur Josua.
Keempat, APBN perlu secara bertahap dipindahkan dari subsidi barang yang terlalu luas menuju perlindungan langsung kepada rumah tangga yang membutuhkan. Penghematan tersebut dapat dialihkan untuk irigasi, pelabuhan, jaringan listrik, transportasi barang, kawasan industri, perumahan pekerja, pendidikan kejuruan dan pelatihan yang benar-benar terhubung dengan kebutuhan perusahaan.
“Dengan cara tersebut, fiskal tetap melindungi kelompok rentan sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi,” terang Josua.
Kelima, pemerintah perlu membangun hubungan antara perusahaan besar dan usaha kecil domestik. Hilirisasi tidak akan menghasilkan dampak pekerjaan maksimal apabila pabrik besar mengimpor sebagian besar mesin, bahan antara, dan jasa profesional.
“Insentif harus mendorong perusahaan besar membangun pemasok lokal, memberikan pendampingan mutu dan teknologi, serta membeli lebih banyak masukan produksi dari dalam negeri,” pungkas Josua.
Prabowo Soroti Laporan Purbaya: Ekonomi RI dalam Kondisi Baik
International 22 menit yang lalu Kasus Ebola di Kongo Tembus 4.000, Korban Jiwa Capai 1.850 Wabah Ebola di Kongo telah mencapai 4.053 kasus dan 1.850 kematian, menjadikannya epidemi terbesar kedua di dunia.
Macroeconomy 25 menit yang lalu Ekonomi Melaju 5,29%, Namun Pekerjaan Berkualitas Dinilai Masih Langka Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% pada triwulan II-2026 dinilai belum diimbangi dengan serapat tenaga kerja berkualitas di sektor formal.
Macroeconomy 36 menit yang lalu Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52%, BI Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,18% (yoy) yang didukung oleh maraknya penyelenggaraan event besar seperti Jakarta Fair.
International 40 menit yang lalu Diduga Terlibat Penipuan Investasi Online, 25 WNA Vietnam Dideportasi Diduga terlibat penipuan investasi online, 25 WNA Vietnam resmi dideportasi dari Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
International 50 menit yang lalu Pengaruh Besar Ekspektasi Pasar Pelaku pasar kerap keliru menganggap bahwa angka inflasi yang tinggi otomatis akan memperkuat dolar AS.
Market 1 jam yang lalu Prospek Harga Emas Masih Cerah, Investor Terus Tambah Porsi Investor senior mengaku tetap optimis pada prospek harga emas dan telah meningkatkan porsi investasi meski adanya tren fluktuasi harga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow