Menkeu Yakin Pertumbuhan Kredit Bisa Tembus 20 Persen dengan Penempatan SAL

Smallest Font
Largest Font

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan kredit perbankan dapat menembus 20% jika penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di perbankan terus dipertahankan. Optimisme ini disampaikan di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Penempatan SAL diperpanjang hingga Juli 2027 untuk menjaga likuiditas perbankan dan membuka ruang ekspansi kredit lebih besar. Base money pada Juli 2026 dilaporkan tumbuh 18,3%, sedangkan Agustus diperkirakan sekitar 18%.

Purbaya menyatakan, "Itu (SAL) kalau ditahan terus ke depan, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20%. Data terakhir kan kredit 13,8%, meningkat dibanding sebelumnya karena pengaruh likuiditas di sistem keuangan kita tadi."

Dia juga menambahkan, "Dengan koordinasi yang lebih baik antara (kementerian) keuangan dengan bank sentral, ruang bagi kita untuk menciptakan kondisi likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar. Sektor swasta itu bisa tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya."

Menteri Keuangan memprediksi pertumbuhan ekonomi dapat berada di atas 6% jika pemerintah terus mendorong aktivitas ekonomi. "Itu, kalau pemerintah malas saja bisa tumbuh 6% ekonominya. Kan sekarang pemerintah rajin, jadi akan signifikan di atas 6%," ujar Purbaya.

Purbaya memastikan pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia jika harus menarik dana SAL agar tidak mengganggu kondisi base money. "Kalau memang mau dipakai nanti kami komunikasikan dengan bank sentral, sehingga base money itu tidak terganggu," katanya.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menilai tantangan kebijakan moneter ke depan bukan hanya memastikan likuiditas tersedia, tapi juga mengalir menjadi kredit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Destry menyatakan, "Paling tidak dengan pertumbuhan bulan Agustus, sorry, bulan Juli kemarin, kredit tumbuh 13% lebih Pak, dan majority itu adalah Bank Himbara, sehingga kalau kita lihat, berarti ada dana KLM kita yang sebenarnya menjadi sumber juga untuk pertumbuhan kredit dari Bank Himbara tersebut."

Dia menambahkan, "Dan kalau kita lihat Pak, sekarang growth kita ini kan juga memang masih di-drive oleh bank-bank Himbara. Nah inilah yang kita ingin dorong supaya bank swasta juga mulai bisa menciptakan pertumbuhan kredit baru."

Selain itu, Destry menyoroti rendahnya pertumbuhan kredit pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang hanya 1,6% pada Juli 2026. "UMKM memang tumbuh sangat kecil, 1,6% (per Juli 2026), tapi dia dari negatif, sebelumnya negatif," ujarnya.

Destry juga mengungkapkan tantangan lain yaitu masih besarnya undisbursed loan yang mencapai Rp2.548 triliun atau sekitar 21,8% dari plafon kredit, menunjukkan masih ada ruang pembiayaan yang belum dimanfaatkan.

Menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan likuiditas dan kapasitas kredit yang tersedia benar-benar diterjemahkan menjadi pembiayaan produktif yang mampu mendorong aktivitas sektor riil.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed