Direktur CIA Kunjungi Moskow untuk Pertemuan Intelijen Rahasia

Smallest Font
Largest Font

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat John Ratcliffe melakukan kunjungan rahasia ke Moskow, Rusia, pada Selasa, 25 Agustus 2026, untuk menggelar pembicaraan tingkat tinggi dengan Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) Sergey Naryshkin di tengah eskalasi konflik global.

Perjalanan ini menjadi kunjungan pertama seorang kepala CIA ke Rusia sejak tahun 2021. Pendaratan pesawat militer Boeing C-17A Globemaster III milik Angkatan Udara AS di Bandara Internasional Vnukovo Moskow menandai kedatangan delegasi Washington tersebut setelah terbang dari Riga, Latvia.

Menanggapi kabar lawatan mendadak itu, Presiden AS Donald Trump memberikan penjelasannya mengenai latar belakang kunjungan delegasi intelijen tersebut.

"Dia ada di sana, sangat semi-rutin. Saya tidak ingin mengecewakan orang. Kami ingin melihat perang dengan Ukraina berakhir," kata Trump.

Gedung Putih menolak memberikan komentar resmi terkait isu pengujian ancaman militer Rusia terhadap aliansi NATO. Di sisi lain, intelijen AS mencurigai Rusia tengah merencanakan mobilisasi militer baru, sementara analis geopolitik menyebut kunjungan ini juga berkaitan dengan krisis sanksi ekonomi terhadap Iran.

Mantan Wakil Direktur Intelijen Nasional AS Beth Sanner membeberkan pesan ketat yang diduga dibawa oleh pihak Washington.

"Kami tahu apa yang sedang Anda pikirkan untuk dilakukan, dan sebaiknya jangan lakukan itu," ucap Sanner.

Guna menjaga keamanan selama diplomasi berlangsung, pejabat AS sempat meminta Ukraina menangguhkan sementara seluruh serangan di sekitar Moskow. Mengenai indikasi eskalasi konflik yang lebih serius, analis politik AS Gordon G Chang memberikan peringatannya.

"Apakah John Ratcliffe pergi ke Rusia karena Putin berencana menggunakan senjata nuklir terhadap Ukraina? Perang akan datang," tegas Chang.

Perspektif lain datang dari mantan perencana militer senior Inggris Marsekal Udara Andrew Turner yang melihat adanya dorongan sanksi ekonomi terkait Teheran.

"Saya yakin ia sedang meminta atau mencoba membujuk Rusia untuk menghentikan dukungan dan memutuskan hubungan dengan Teheran," pungkas Turner.

Dari pihak Moskow, Kepala SVR Sergey Naryshkin membenarkan bahwa dialog bilateral telah dilangsungkan sebagai bagian dari format kerja rutin kedua lembaga intelijen negara.

"Selama pertemuan, kami membahas sejumlah isu yang berada dalam lingkup kewenangan badan intelijen. Dan lingkup kewenangan badan intelijen merupakan hal yang cukup sensitif dan spesifik," kata Naryshkin.

Kantor berita Rusia TASS juga melaporkan pernyataan tambahan dari Naryshkin terkait atmosfer dialog tersebut.

"Pertemuan terjadi dan tak ada yang aneh dengan hal itu," kata Naryshkin.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Presiden Vladimir Putin telah menerima laporan mengenai pembicaraan itu, meski tidak ada agenda pertemuan langsung antara Putin dan Ratcliffe.

"Kontak melalui dinas intelijen merupakan perkembangan positif tersendiri. Terlalu dini untuk mengatakan bagaimana hal ini akan mempengaruhi proses penyelesaian krisis dalam hubungan kita," kata Peskov.

Peskov menekankan kembali situasi hubungan diplomatik kedua negara yang masih dibayangi ketegangan mendalam.

"Terlalu dini untuk menyebut sejauh mana hal ini akan memengaruhi keseluruhan proses untuk mengeluarkan hubungan bilateral kita dari krisis terdalam yang sedang dialaminya saat ini," ungkap Peskov.

Menutup keterangannya kepada media Al Jazeera, Peskov memastikan tidak ada komunikasi tingkat kepala negara secara langsung dalam agenda ini.

"Tak ada pertemuan apapun dengan Presiden Rusia," jelas Peskov.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed