Trump Sebut Kunjungan Kepala CIA ke Moskow 'Semi-Rutin'
Donald Trump menyebut pertemuan tak terduga antara kepala CIA John Ratcliffe dengan pejabat intelijen Rusia di Moskow sebagai 'semi-rutin'. Pertemuan ini berlangsung pada hari Selasa dengan kedatangan Ratcliffe menggunakan pesawat militer dan meninggalkan Moskow beberapa jam kemudian.
Trump tidak mengungkapkan isi pembicaraan, namun mengatakan Washington ingin melihat akhir dari perang di Ukraina. Pertemuan sejenis terakhir terjadi beberapa bulan sebelum invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan Ratcliffe tidak bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, namun berkomunikasi dengan layanan intelijen Rusia.
"Tidak ada pertemuan dengan presiden Rusia. Itu saja yang bisa saya katakan. Tentunya Presiden Putin segera diberi pengarahan," kata Peskov.
Ketika ditanya apa topik pembicaraan, Peskov mengatakan tidak ada tambahan informasi.
Trump dalam wawancara dengan pembawa acara Glenn Beck menyebut kunjungan itu 'semi-rutin' dan membantah rumor yang beredar. Ia mengatakan terlalu dini untuk menilai dampak pertemuan itu terhadap hubungan bilateral AS-Rusia yang saat ini sedang krisis.
Peskov menambahkan bahwa kontak antara badan intelijen merupakan fenomena positif yang sering berlanjut meski hubungan kedua negara sedang sulit.
Menjelang kunjungan, AS memberi tahu Ukraina bahwa delegasi senior akan ke Moskow dan meminta Ukraina menunda serangan sampai delegasi tersebut pergi, menurut pejabat Ukraina.
Kunjungan Ratcliffe ini merupakan yang pertama sejak masa jabatan kedua Presiden Trump dan terjadi di tengah peningkatan agresi Rusia terhadap sekutu NATO, termasuk penerbangan drone dan pesawat militer di atas Polandia, Rumania, dan Latvia.
Menurut analis, kunjungan ini kemungkinan untuk memberi peringatan keras kepada Moskow agar menghentikan kampanye perang non-konvensional terhadap negara-negara NATO, meskipun belum jelas apakah Moskow akan menanggapinya.
Kunjungan terakhir direktur CIA ke Moskow sebelum ini terjadi pada November 2021 saat William Burns memperingatkan Rusia agar tidak mengirim pasukan ke Ukraina, yang kemudian diikuti invasi besar-besaran Rusia.
Hubungan AS-Rusia terus tegang sejak itu, dengan Rusia menghadapi isolasi dan sanksi internasional.
John Foreman, mantan atase militer Inggris untuk Moskow, mengatakan kepada Radio 4 bahwa biasanya pejabat tinggi AS tidak mengunjungi Moskow tanpa pemberitahuan kecuali ada hal penting.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow