Ukraina Kehabisan Stok Rudal Pencegat Patriot Akibat Konflik Teluk

Smallest Font
Largest Font

Sistem pertahanan udara rudal Patriot milik Ukraina terancam melumpuh akibat kehabisan amunisi pencegat di tengah lonjakan serangan balistik Rusia. Pasokan global yang makin menipis dipicu oleh penggunaan masif amunisi serupa di kawasan Teluk, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa negaranya saat ini hanya menguasai sekitar 1 persen dari total persediaan rudal pencegat milik Amerika Serikat. Padahal, Ukraina membutuhkan setidaknya 5 persen untuk dapat bertahan dari gempuran selama musim dingin.

Seorang kepala teknisi sistem Patriot di Ukraina bernama Dmytro mengungkapkan krisis tersebut telah membuat peluncur yang dia kelola tidak dapat digunakan secara maksimal. Senjata pencegat itu tercatat terakhir kali ditembakkan beberapa minggu lalu.

"Ini pemandangan yang benar-benar memilukan ketika Anda memiliki peralatannya, tapi tidak dapat mencegat rudal apa pun," ujar Dmytro.

Dmytro menjelaskan bahwa krisis amunisi pertama kali dialaminya pada akhir tahun lalu ketika stok yang tersedia benar-benar habis.

"Sulit digambarkan, perasaan sangat kuat dan buruk. Rasanya seperti sudah belajar cara berjalan, tapi tak mampu melangkah. Anda tahu cara bernapas, tapi tidak bisa bernapas," kata Dmytro.

Ia juga menambahkan bahwa eskalasi di Timur Tengah telah diperkirakan akan berdampak langsung terhadap ketersediaan logistik militer di Ukraina.

"Kami sudah menduga akan mendapat masalah. Kami sangat terkejut melihat berapa banyak rudal yang mereka luncurkan pada saat yang sama, rudal yang sama dengan yang bisa kami gunakan untuk melawan rudal balistik Rusia," ucap Dmytro.

Krisis ketersediaan amunisi ini dipicu oleh ketimpangan tajam antara pemakaian dan kapasitas manufaktur. Pasukan koalisi di Teluk rata-rata menghabiskan 225 rudal pencegat per hari saat konflik dengan Iran. Sementara itu, pihak produsen Lockheed Martin hanya mampu memproduksi 620 unit rudal pencegat sepanjang 2025 atau sekitar 1,7 unit per hari.

Sebagai langkah jangka panjang, Pentagon telah menandatangani kesepakatan tujuh tahun dengan Lockheed Martin untuk mendongkrak kapasitas produksi hingga 2.000 unit per tahun pada 2030. Di sisi lain, pembicaraan mengenai pemberian lisensi produksi Patriot langsung di Ukraina belum membuahkan hasil pasti setelah negosiasi yang sempat digagas Donald Trump dan pihak manufaktur tertahan oleh pertimbangan keamanan teknologi dari Gedung Putih.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed