Ukraina Kehabisan Rudal Patriot Akibat Krisis Pasokan Global
Militer Ukraina mengonfirmasi kehabisan stok rudal pencegat Patriot di tengah lonjakan serangan udara Rusia, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Kondisi peluncur yang kini terbengkalai tanpa amunisi mengancam pertahanan udara negara tersebut menghadapi musim dingin.
Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan negaranya membutuhkan setidaknya lima persen dari total persediaan cadangan militer Amerika Serikat untuk bertahan. Namun, Ukraina saat ini dilaporkan hanya mengantongi satu persen dari jumlah pasokan tersebut.
Krisis pasokan amunisi ini makin parah akibat tingginya konsumsi rudal pencegat di kawasan Teluk pada Maret dan April. Lonjakan penggunaan senjata di Timur Tengah tersebut menyedot stok global yang seharusnya dapat dialokasikan untuk membedil rudal balistik Rusia.
Data Foreign Policy Research Institute mencatat pasukan koalisi menghabiskan rata-rata 225 rudal pencegat per hari saat awal konflik dengan Iran. Sementara itu, pabrikan Lockheed Martin hanya mampu memproduksi 620 rudal sepanjang 2025 atau sekitar 1,7 unit per hari.
Seorang teknisi militer Ukraina bernama Dmytro mengungkapkan kepasrahannya atas situasi ketimpangan alokasi persediaan senjata tersebut.
"Ini pemandangan yang benar-benar memilukan ketika Anda memiliki peralatannya, tapi tidak dapat mencegat rudal apa pun," ujar Dmytro.
Ia menyebut kelangkaan amunisi mulai dirasakan unitnya sejak akhir tahun lalu sebelum akhirnya pasokan terhenti total.
"Pertama kalinya ia tidak memiliki satupun rudal pencegat untuk ditembakkan adalah Desember 2025. "Sulit digambarkan, perasaan sangat kuat dan buruk. Rasanya seperti sudah belajar cara berjalan, tapi tak mampu melangkah. Anda tahu cara bernapas, tapi tidak bisa bernapas," katanya.
Keterbatasan jumlah rudal memaksa para personel militer Ukraina di lapangan menyeleksi target tembak secara sangat ketat.
"Kami sudah menduga akan mendapat masalah. Kami sangat terkejut melihat berapa banyak rudal yang mereka luncurkan pada saat yang sama, rudal yang sama dengan yang bisa kami gunakan untuk melawan rudal balistik Rusia," ucapnya.
Pemerintah Pentagon telah menandatangani kesepakatan tujuh tahun dengan Lockheed Martin pada Januari untuk menaikkan target produksi menjadi 2.000 unit per tahun pada 2030. Di sisi lain, wacana pemberian lisensi produksi Patriot kepada Ukraina masih tertahan karena pertimbangan keamanan teknologi oleh Gedung Putih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow