Desainer Future Fashion Designer Tampilkan Koleksi Berani di JF3 2026

Smallest Font
Largest Font

Desainer muda dari program Future Fashion Designer (FFD) menampilkan koleksi berani dan kaya struktur di BRI JF3 Fashion Festival 2026 yang digelar di Summarecon Mal Kelapa Gading, Jakarta.

Koleksi tersebut terinspirasi dari bridal headpiece ikonik karya Rinaldy Yunardi, dengan interpretasi unik dan berlawanan dari masing-masing desainer.

Arron Bryan Fernaldy Wongso dari Jayapura, pemenang kompetisi FFD, mempersembahkan koleksi bertajuk "OPPOSITE: The Fallen Virtue" yang mengubah tema angsa putih menjadi angsa hitam sebagai simbol kekuatan dan keberanian, menggunakan material tweed, jet black fabric, dan tulle untuk keseimbangan tekstur.

"Inspirasi dari salah satu aksesoris karya Rinaldy Yunardi, ini bridal headpiece bergaya Art Nouveau berbentuk angsa berwarna putih yang kaya detail. Koleksi saya ini merepresentasikan kemurnian, kebaikan, dan keanggunan," ujar Arron.

Arron memadukan berbagai teknik konstruksi seperti draping, pleats, dan sculptural forms untuk membentuk siluet tegas dan dinamis.

Desainer Azzahra Najmanisa dari Lampung juga mengangkat tema "OPPOSITE" dengan koleksi kebaya modern yang menampilkan siluet anggun dan detail meliuk-liuk melalui teknik drapery.

"Di koleksi ini saya membuat kebaya yang dihadirkan dalam wajah baru yang lebih modern. Kebaya dengan cutting yang berbentuk meliuk-liuk dan juga melalui teknik drapery, sehingga menciptakan siluet yang dinamis namun tetap mempertahankan keanggunan khas busana tradisional Indonesia," kata Azzahra.

Agatha Lievia mempersembahkan koleksi "The Cage Within" yang terdiri dari empat look, menggambarkan manifestasi jiwa yang berbeda dan proses transformasi emosional, menggunakan material heavy satin, jacquard, dan tulle dengan siluet structured corsetry dan mini dress.

"Saya menggunakan perpaduan heavy satin, jacquard, dan tulle, koleksi ini menampilkan structured corsetry, mini dress silhouettes, serta permainan layered transparent overlays yang membentuk ilusi sangkar dan sayap sebagai simbol transformasi emosional setiap karakter," ujar Lievia.

Tashannie Abigail Loekman mengangkat kisah mitologi Yunani Icarus dalam koleksi "ICARUS", yang merepresentasikan momen saat sayap malaikat mulai terbakar dan berubah menjadi siluet organik melalui teknik hand-appliqué embellishment.

"ICARUS menghadirkan interpretasi yang berlawanan. Koleksi ini membayangkan momen ketika sayap malaikat mulai terbakar oleh panas matahari, kehilangan bentuk sempurnanya, dan berubah menjadi siluet yang lebih organik serta ekspresif," ujar Abigail.

Koleksi ini menggabungkan teknik couture craftsmanship dengan konstruksi struktural menggunakan material jacquard, tweed, tulle, dan chiffon, serta teknik corsetry dengan balen untuk membentuk siluet dramatis.

Aspek konstruksi juga terlihat dari penggunaan kawat, crinoline, dan balen eksternal yang membentuk lengkungan menyerupai sayap, menciptakan efek visual yang kuat dan dramatis dalam busana Abigail.

Semua informasi ini dilansir dari Investor Daily.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed