Desainer Program FFD Tampilkan Karya Fashion di BRI JF3 2026
Sejumlah desainer program Future Fashion Designer (FFD) memamerkan koleksi rancangan busana berani dan kaya struktur pada ajang BRI JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mal Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Para perancang busana muda tersebut menampilkan karya yang terinspirasi dari hiasan kepala pengantin ikonik ciptaan Rinaldy Yunardi, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Pemenang kompetisi FFD asal Jayapura, Arron Bryan Fernaldy Wongso, membawakan koleksi bertajuk 'OPPOSITE: The Fallen Virtue' yang mentransformasikan figur angsa putih menjadi angsa hitam dramatis.
"Inspirasinya dari salah satu aksesoris karya Rinaldy Yunardi, ini bridal headpiece bergaya Art Nouveau berbentuk angsa berwarna putih yang kaya detail. Koleksi saya ini merepresentasikan kemurnian, kebaikan, dan keanggunan," kata Arron.
Perancangan busana ini mengombinasikan bahan tweed, kain hitam pekat, dan tulle melalui berbagai teknik konstruksi seperti siluet dramatis, lipatan, hingga bentuk skulptural.
Sementara itu, desainer Azzahra Najmanisa asal Lampung mengusung tema serupa untuk menghadirkan pembacaan ulang atas karya Rinaldy Yunardi ke dalam siluet busana tradisional yang mengalir.
"Di koleksi ini saya membuat kebaya yang dihadirkan dalam wajah baru yang lebih modern. Kebaya dengan cutting yang berbentuk meliuk-liuk dan juga melalui teknik drapery, sehingga menciptakan siluet yang dinamis namun tetap mempertahankan keanggunan khas busana tradisional Indonesia," kata Azzahra.
Desainer Agatha Lievia memamerkan empat tampilan busana bertajuk 'The Cage Within' yang mengeksplorasi manifestasi jiwa manusia menggunakan perpaduan bahan satin berat, jacquard, dan tulle.
"Saya menggunakan perpaduan heavy satin, jacquard, dan tulle, koleksi ini menampilkan structured corsetry, mini dress silhouettes, serta permainan layered transparent overlays yang membentuk ilusi sangkar dan sayap sebagai simbol transformasi emosional setiap karakter," kata Lievia.
Adapun Tashannie Abigail Loekman menyajikan koleksi 'ICARUS' yang mengambil inspirasi dari mitologi Yunani serta struktur bulu asimetris karya Rinaldy Yunardi.
"ICARUS menghadirkan interpretasi yang berlawanan. Koleksi ini membayangkan momen ketika sayap malaikat mulai terbakar oleh panas matahari, kehilangan bentuk sempurnanya, dan berubah menjadi siluet yang lebih organik serta ekspresif," kata Abigail.
Karya Abigail menggabungkan teknik aplikasi tangan, balen penyangga korset, serta kawat dan crinoline untuk membentuk siluet berstruktur menyerupai sayap terurai.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow