Desainer Ecole Duperre Tampilkan Karya Sustainable di JF3 2026

Smallest Font
Largest Font

Tiga desainer lulusan sekolah tinggi seni dan desain Ecole Duperre Paris memamerkan koleksi busana berkelanjutan dalam BRI JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mal Kelapa Gading, Jakarta, pada Sabtu (8/8/2026). Rangkaian karya mode tersebut mengusung inspirasi mulai dari representasi perempuan, sejarah busana abad ke-17, hingga kehidupan pertanian, seperti dilansir dari Investor Daily.

Perancang busana Maurine Willebien menghadirkan koleksi bertajuk Beauties yang mengeksplorasi garis batas antara pakaian dalam dan pakaian sehari-hari melalui teknik layering serta hibridisasi. Willebien mentransformasi pakaian dalam menjadi busana luar sebagai bentuk refleksi atas representasi serta pembebasan tubuh perempuan.

Gagasan rancangan tersebut berakar dari pengalaman pribadi, figur perempuan di sekitar kehidupannya, serta berbagai literatur dan karya seni klasik yang ia temui.

"Referensi saya beragam, mulai dari buku seperti Pour Britney karya Louise Chenneviere, hingga film seperti Wild Diamond karya Agathe Riedinger, korset tahun 1960-an yang ditemukan di pasar loak, bahkan karya Botticelli," kata Maurine Willebien.

Dari sisi keberlanjutan, Willebien memanfaatkan benang dari sisa stok jenama fesyen, tali lingerie daur ulang dari pasar loak, hingga material kulit berbasis jamur Reishi dari miselium. Sementara itu, desainer Aurelien Voegelin meluncurkan koleksi 3088 — the ear tag number of Magali, my cow yang mengangkat latar belakang keluarganya sebagai petani di Prancis selama empat abad dengan memprioritaskan serat alami dan pewarnaan alami.

Adapun desainer Paul Vidal mengusung tema Emballez-moi (Wrap Me Up) yang mengombinasikan siluet busana bersejarah abad ke-17 dan ke-18 dengan material pelindung kemasan modern.

"Saya memiliki kebiasaan mengoleksi foto-foto lukisan yang saya temui di museum-museum di Prancis, Belanda, Belgia, hingga Jerman. Potret-potret dari abad ke-16 hingga ke-18 menjadi sumber inspirasi utama saya karena menampilkan karakter-karakter unik yang dibalut busana dengan siluet luar biasa," kata Paul Vidal.

Eksplorasi bentuk pakaian masa lalu tersebut kemudian dipadukan dengan berbagai material pelindung serbaguna untuk menciptakan wujud busana kontemporer.

"Melalui koleksi ini, saya membayangkan bagaimana sosok-sosok eksentrik dalam lukisan tersebut akan "membungkus" diri mereka jika hidup di masa kini. Volume kostum bersejarah diterjemahkan menggunakan estetika material pelindung seperti terpal, plastik transparan, dan pita perekat usang, sehingga menghadirkan perspektif baru tentang perlindungan, transformasi, dan memori," kata Paul Vidal.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed