John Galliano Batalkan Pameran Tunggal di Met Museum New York
Perancang busana asal Inggris, John Galliano, membatalkan rencana pameran tunggal karyanya di Metropolitan Museum of Art (Met) New York pada Senin (31/8/2026). Keputusan ini diambil menyusul gelombang kritik luas terkait rekam jejak vonis kejahatan kebencian atas ujaran antisemit yang dilakukannya pada 2011.
Pameran bertajuk "John Galliano: Horizons" sebelumnya dijadwalkan berlangsung selama sembilan bulan mulai Mei 2027. Acara penikmat mode tersebut rencananya dibuka melalui ajang galang dana tahunan Met Gala yang dipimpin oleh Direktur Editorial Global Vogue, Anna Wintour.
Penolakan tajam muncul dari para pemimpin komunitas Yahudi di New York, pejabat pemerintah, hingga sejumlah donor museum. Beberapa donor bahkan mengancam akan menarik dana hibah mereka jika Met tetap melanjutkan pameran bagi mantan direktur kreatif Dior tersebut.
Gelombang protes menguat karena tanggal pembukaan Met Gala pada 3 Mei 2027 bertepatan dengan Hari Peringatan Holocaust dan Kepahlawanan (Yom HaShoah). Hal ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Ketua Dewan Kota New York, Julie Menin, dan Chief Executive Anti-Defamation League, Jonathan Greenblatt.
Atas kontroversi yang berkembang, Galliano memutuskan untuk menarik diri dari rangkaian acara tersebut demi menjaga reputasi institusi museum.
"Setelah banyak pertimbangan dan diskusi dengan Met serta semua pihak yang terlibat, saya telah memutuskan, dengan rasa sedih yang mendalam, bahwa yang terbaik adalah pameran ini tidak dilaksanakan saat ini," kata John Galliano, Perancang Busana.
Galliano menegaskan bahwa dirinya tidak ingin perdebatan mengenai masa lalunya mengganggu integritas museum. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kembali atas luka yang pernah ditimbulkan akibat ucapannya di masa lalu.
"Saya tetap bertanggung jawab penuh atas rasa sakit yang disebabkan oleh kata-kata saya di masa lalu, khususnya rasa sakit yang saya sebabkan kepada komunitas Yahudi dan Asia, dan saya tetap sangat menyesalinya," ujar John Galliano, Perancang Busana.
Ia menyadari bahwa proses penebusan kesalahan memerlukan waktu dan komitmen berkelanjutan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pengakuan institusional.
"Saya memahami bahwa penebusan dosa yang bermakna tidak dicapai melalui pameran, pengakuan institusional, atau satu gestur publik saja," kata John Galliano, Perancang Busana.
Galliano menambahkan bahwa ia sangat menghargai perasaan masyarakat yang merasa keberatan dengan rencana penghormatan atas kariernya.
"Saya tidak ingin perdebatan di sekitar saya menempatkan Met dalam posisi yang sulit atau mengalihkan perhatian dari kerja luar biasa Costume Institute," ujar John Galliano, Perancang Busana.
Ia menekankan bahwa pameran tersebut berpotensi menimbulkan luka bagi sebagian pihak jika tetap dipaksakan berjalan.
"Saya juga mengakui dan menghormati bahwa pameran yang menghormati karya saya akan menyakitkan bagi sebagian orang," kata John Galliano, Perancang Busana.
Pihak Metropolitan Museum of Art memberikan tanggapan resmi terkait pembatalan ini. Direktur Met, Max Hollein, mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut diambil secara bersama-sama setelah melakukan dialog intensif.
"Setelah diskusi yang cermat dengan John Galliano, kami bersama-sama memutuskan untuk tidak melanjutkan pameran ini," kata Max Hollein, Direktur Metropolitan Museum of Art.
Dukungan atas langkah pembatalan tersebut juga disampaikan oleh Anna Wintour selaku co-chair Met Gala dan wali amanat museum.
"Keputusan John bahwa pameran yang didedikasikan untuk karyanya tidak boleh berlangsung saat ini sangat berani dan merupakan ukuran dari integritas dirinya," ujar Anna Wintour, Direktur Editorial Global Vogue.
Wintour memberikan dukungan penuh terhadap sikap yang diambil oleh sang desainer dan pihak museum.
"Saya percaya ini adalah keputusan yang tepat, dan baik dia maupun Museum mendapat dukungan penuh dari saya," kata Anna Wintour, Direktur Editorial Global Vogue.
Pembatalan ini disambut baik oleh para penentang pameran. Julie Menin mengapresiasi langkah Met yang mendengarkan aspirasi publik di tengah meningkatnya isu antisemitisme.
"Setelah pertemuan dan percakapan saya yang banyak dan panjang dengan Met, saya senang mereka telah setuju untuk tidak menghormati John Galliano," ujar Julie Menin, Ketua Dewan Kota New York.
Ia menyebut keputusan ini sangat penting untuk menjaga perasaan komunitas Yahudi.
"Sejak awal, saya telah memberi tahu mereka bahwa saya sangat tidak setuju dengan keputusan ini, dan di saat antisemitisme sedang meningkat, hal itu telah menjadi pukulan telak bagi komunitas Yahudi," kata Julie Menin, Ketua Dewan Kota New York.
Menin menegaskan bahwa penghentian pameran adalah tindakan yang paling adil.
"Ini adalah keputusan yang benar, karena kerugian dan rasa sakit yang ditimbulkannya sungguh tidak dapat diterima," ujar Julie Menin, Ketua Dewan Kota New York.
Sementara itu, organisasi pemantau antisemitisme Anti-Defamation League menilai langkah museum sejak awal kurang tepat.
"Bahkan Galliano pada akhirnya menyadari apa yang seharusnya dilakukan Met sejak awal," kata Jonathan Greenblatt, Chief Executive Anti-Defamation League.
Ia menambahkan bahwa pemilihan waktu untuk menggelar pameran tersebut sangat tidak sensitif.
"Ini adalah langkah yang salah di momen yang salah. Ketepatan waktu itu penting," ujar Jonathan Greenblatt, Chief Executive Anti-Defamation League.
Pihak Metropolitan Museum of Art menyatakan akan mengumumkan rincian pameran baru untuk mengisi slot acara Costume Institute pada waktu mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow