BRI JF3 Fashion Festival 2026 Usung Konsep Sustainability Melalui Recrafted
Ajang BRI JF3 Fashion Festival 2026 menampilkan beragam pendekatan terhadap konsep busana berkelanjutan atau sustainable fashion. Gelaran ini dilansir dari Investor Daily.
Melalui tema "Recrafted: Shaping the Future", festival ini membuktikan keberlanjutan dapat dimulai dari penggunaan material lama, rekonstruksi sisa produksi, hingga pengolahan sumber daya yang ada.
Desainer Howard Laurent menghadirkan koleksi bertajuk The Key yang menggunakan hingga 50 persen material dari sumber daya lama. Ia memanfaatkan kunci vintage, manik-manik, kain sisa, dan plastik daur ulang menjadi detail couture.
Sementara itu, RAEGITAZORO meluncurkan koleksi LUMEN: From Her Shadow to My Light. Label ini memanfaatkan pakaian, taplak meja, serta kain peninggalan keluarga untuk memperpanjang usia memori dan cerita.
Pendekatan lain ditunjukkan AMOTSYAMSURIMUDA lewat koleksi Heirloom Fantasy. Tumpukan kain antik dan tradisional milik orang tua diolah kembali menjadi pakaian pria kontemporer.
Eksplorasi Limbah Alam dan Wastra Nusantara
Adrie Basuki menerapkan prinsip circular fashion dalam koleksi Jantung Nadi melalui pengembangan Kain Marmer dari sisa kain. Bahan tersebut dipadukan dengan batik cap tradisional, Sadabhumi Batik, serta bahan alami Nusantara seperti jahe, kayu manis, dan pisang.
Adrie turut memberi panggung kepada para penyintas kanker payudara, paru-paru, dan limfoma sebagai bentuk penghormatan atas ketangguhan mereka.
Melalui koleksi LOKAKINI dari APPMI, AGATHANDY by Agatha Nindya merekonstruksi perca lace dan batik menjadi detail dekoratif pada siluet jas modern dan beskap tradisional.
Brand YASA menghadirkan koleksi NIHI Voyage yang memanfaatkan limbah tulang rusuk sapi, capit kepiting, dan cangkang kerang sebagai elemen dekoratif busana pria terinspirasi Sumba.
Penggunaan elemen tak biasa juga terlihat pada label The Theme karya Novi Susanti dan Ferdinand Natan. Dalam koleksi The Life Journey, sisik ikan kakap dari nelayan Bintan diolah menggunakan teknik payet menjadi aksesori.
Kolaborasi Internasional dan Komitmen Industri
Perancang asal Prancis, Louise Marcaud, turut memamerkan koleksi Louiseguard Spring/Summer 2027. Sebanyak 13 dari 20 looks menggunakan batik, lurik, serta kain deadstock yang ia dapatkan dari pasar tekstil Jakarta dan workshop di Yogyakarta.
Keberagaman karya tersebut menegaskan bahwa mode berkelanjutan tidak memiliki satu formula tunggal, melainkan komitmen untuk tidak selalu memulai dari bahan baru.
Chairman JF3 Fashion Festival Soegianto Nagaria menyampaikan pentingnya perubahan ekosistem industri secara menyeluruh.
"Industri fashion terus berubah. Karena itu, kita juga harus berani berubah, meningkatkan kualitas, memperkuat cara bekerja, membangun kolaborasi yang lebih setara, serta menciptakan ekosistem yang memberi ruang bagi lebih banyak talenta untuk tumbuh secara berkelanjutan. Melalui semangat Recrafted: Shaping the Future, JF3 tidak hanya ingin menjadi tempat untuk menampilkan karya, tetapi ruang untuk membangun standar, membuka kemungkinan baru, dan mendorong perubahan nyata bagi industri fashion Indonesia," ujar Soegianto Nagaria.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow