BCA Cetak Laba Rp 35,3 Triliun hingga Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Jauhari Mahardhika 20 Aug 2026 | 18:21 WIB

Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: BBCA)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencetak laba bersih (bank only) sebesar Rp 35,3 triliun selama Januari-Juli 2026, masih sejalan dengan ekspektasi. Muncul target harga saham BBCA.

Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny mengungkapkan bahwa laba bersih BCA hingga Juli 2026 telah memenuhi 58% dari proyeksi MNC Sekuritas untuk tahun 2026 dan 59% dari target konsensus analis.

Adapun selama tujuh bulan pada 2026 (7M26) tersebut, laba bersih emiten berkode saham BBCA itu tumbuh 2% secara tahunan (year on year/yoy).

Khusus pada Juli 2026, laba bersih BBCA mencapai Rp 5,1 triliun, meningkat 5% yoy atau 12% secara bulanan (month on month/mom).

Dari sisi pendapatan, net interest income (NII) atau pendapatan bunga bersih BBCA meningkat 4% yoy menjadi Rp 7,1 triliun pada Juli 2026. NII juga tumbuh 6% dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, secara kumulatif selama 7M26, NII hanya tumbuh 0,3% yoy. “Pertumbuhan kredit sebesar 8% yoy sebagian besar terkompensasi oleh tekanan pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM),” jelas Victoria dalam risetnya, dikutip pada Kamis (20/8/2026).

NIM BBCA membaik 30 basis poin (bps) secara bulanan menjadi 5,5% pada Juli 2026, setelah turun ke 5,2% pada Juni 2026.

Meski demikian, NIM selama 7M26 masih turun 20 bps yoy menjadi 5,5% dibandingkan 5,7% pada tujuh bulan pada 2025. “Tekanan margin tersebut masih membatasi laju pertumbuhan pendapatan bunga bersih,” ungkap dia.

Target Harga Saham BBCA

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Kurs Dolar AS di BCA, Bank Mandiri, BRI & BNI Hari Ini Kamis 20 Agustus 2026

Saham-Saham Masuk List Belanja Asing

Grup Djarum dan Anthoni Salim Kebagian Jatah

Saham Emiten Anthoni Salim Lagi Murah-murahnya, Diborong Terus

Market 13 menit yang lalu Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Jumat, 21 Agustus 2026 Prediksi IHSG Jumat 21 Agustus 2026 akan menguji level 6.600. Simak rekomendasi saham ARCI, BIPI, NCKL, dan RMKE.

Market 21 menit yang lalu Momentum BBCA Belum Habis, Harga Bisa Naik ke Sini Laba BCA (BBCA) Januari-Juli 2026 tumbuh menjadi Rp 35,3 triliun. MNC Sekuritas mempertahankan buy saham BBCA dengan target harga Rp 8.700.

International 30 menit yang lalu Vaksin mRNA Tekan Risiko Kambuh dan Penyebaran Melanoma Vaksin kanker mRNA Moderna-Merck menekan risiko kekambuhan dan penyebaran melanoma dalam uji klinis tahap akhir.

Business 42 menit yang lalu Bantuan Logistik bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT Mengalir Diharapkan bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung upaya penanganan dampak bencana,

Market 43 menit yang lalu Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 21 Agustus 2026 Harga emas Antam (ANTM) diprediksi bergerak ke level ini pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Lifestyle 51 menit yang lalu Taiwan Bidik Wisatawan Muslim Indonesia Jelang Libur Akhir Tahun Taiwan menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris

Tag Terpopuler

Terpopuler

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 19 Agustus 2026, Cek Rinciannya

Tujuh Saham MSCI Murah, Potensi Cuan Maksimal 61%, BBCA Termasuk

Penulis : Jauhari Mahardhika 20 Aug 2026 | 18:21 WIB

Selanjutnya, laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) sebesar Rp 6,5 triliun pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat 9% mom, tetapi relatif tidak berubah secara yoy.

Perbaikan PPOP ditopang oleh pendapatan non-bunga (non-interest income/non-II) yang meningkat 18% mom atau 10% yoy. Pertumbuhan itu melampaui kenaikan beban operasional sebesar 8% mom atau 20% yoy. Secara kumulatif selama 7M26, PPOP tumbuh moderat 1% yoy.

Sedangkan cost to income ratio (CIR) meningkat 56 bps yoy menjadi 29,2%, sejalan dengan kenaikan beban operasional yang sebesar 4% yoy.

Dari sisi pendanaan, rasio current account savings account (CASA) atau dana murah dari giro dan tabungan terus membaik menjadi 85,4% pada Juli 2026. Posisi tersebut meningkat dari 85,2% pada Juni 2026 dan 83,4% pada Juli 2025.

Perbaikan CASA BBCA didukung oleh pertumbuhan dana murah sebesar 11% yoy. Angka tersebut jauh melampaui time deposits (TD) atau deposito berjangka yang justru turun 5% yoy.

Dengan berbagai pertimbangan, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BCA (BBCA) dengan target harga Rp 8.700.

Target harga tersebut mencerminkan valuasi price to book value (PBV) sebesar 3,4 kali untuk estimasi tahun 2026 dan 3 kali untuk proyeksi 2027.

Adapun risiko utamanya jika pertumbuhan kredit lebih lambat serta potensi memburuknya kondisi ekonomi makro.

Sementara itu, pada perdagangan Kamis (20/8/2026), saham BBCA ditutup naik 1,59% ke level Rp 6.400. Dalam sepekan terakhir, BBCA menguat 0,39%.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed