Banjir Bandang Terjang Grand Canyon Satu Tewas dan 15 Orang Hilang
Banjir bandang menerjang kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch di Taman Nasional Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat, pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang tewas, sekitar 15 orang dinyatakan hilang, dan 62 orang dievakuasi menggunakan helikopter.
Layanan Taman Nasional (NPS) mengonfirmasi bahwa jasad seorang pria berusia 46 tahun ditemukan pada Minggu malam di dekat Crystal Rapids di sepanjang Sungai Colorado. Selain itu, banjir bandang merusak infrastruktur pendukung, menghancurkan jembatan pejalan kaki, serta memutus satu-satunya pipa pasokan air bersih di taman nasional tersebut.
Kerusakan pada sistem saluran air memaksa pihak pengelola menerapkan pembatasan air secara ketat dan menutup fasilitas penginapan bagi wisatawan mulai Senin. Area yang terdampak penutupan antara lain El Tovar, Bright Angel Lodge, Maswik Lodge, Phantom Ranch, Yavapai Lodge, dan Trailer Village, sementara kunjungan harian tetap diizinkan.
Hujan deras dengan curah sekitar 0,5 hingga 1 inci jatuh hanya dalam kurun 20 hingga 30 menit di medan yang terjal. Kondisi tanah yang sudah basah akibat hujan sebelumnya memicu luapan air mendadak yang membawa batuan besar, lumpur, dan puing-puing ke Sungai Colorado.
Sejumlah saksi mata dan penyintas membagikan pengalaman mereka saat air bah mendadak menerjang kawasan canyon.
"Segalanya sangat menakutkan," kata Nikki Baggs, 41 tahun, yang merupakan salah satu wisatawan yang dievakuasi dari dasar Grand Canyon pada hari Sabtu bersama dua temannya.
Ia menceritakan bahwa cuaca semula sangat cerah sebelum orang-orang mulai berteriak dan berlari menyelamatkan diri saat air mulai mengalir deras.
"Itu adalah hari yang indah dan kemudian orang-orang berteriak, berlari," kata Baggs kepada BBC.
Baggs dan teman-temannya sempat berlari ke tempat yang lebih tinggi sebelum petugas membimbing mereka ke area aman untuk menunggu evakuasi helikopter.
"Ini adalah upaya yang sangat terkoordinasi secara unik," kata Baggs.
Ia menambahkan bahwa penanganan cepat dari petugas membuat mereka tetap merasa aman di tengah situasi yang berbahaya.
"Itulah yang membuat kami merasa aman dari semua ini di situasi yang tidak aman," kata Baggs.
Saksi lain yang merupakan seorang dokter menceritakan momen ketika banjir mulai menutup jalur pendakian mereka di lorong sempit.
"Kami melihat anak sungai meluap, air terjun muncul tiba-tiba; batu-batu besar, lumpur, tanah longsor terjadi di mana-mana," kata Desai kepada AP.
Saat rombongannya bergerak menuju Phantom Ranch, gelombang puing setinggi sekitar satu meter mengarah langsung ke posisi mereka hingga memaksa mereka memanjat ke area berbatu.
"Up, Up, Up, Up!" kata seorang rekan Desai berteriak ketika dinding puing-puing setinggi 4 kaki mendatangi mereka.
Sementara itu, pendakinya lain yang berada di Bright Angel Campground menyaksikan langsung peningkatan debit air sungai secara drastis.
Erica Viola mengatakan bahwa ia dan sekitar 50 pendaki lainnya di perkemahan tersebut menyaksikan air sungai naik pada hari Sabtu dan puing-puing mulai mengalir, termasuk apa yang tampak seperti sebuah barak pemukiman.
Jalur air dan kawasan wisata populer seperti Bright Angel Campground, Phantom Ranch, serta North Kaibab Trail ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pihak pengelola terus berkoordinasi dengan Departemen Keselamatan Publik Arizona untuk melanjutkan pencarian korban hilang dan melakukan penilaian kerusakan infrastruktur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow