Mantan PM Bennett Sebut Citra Israel Memburuk di AS Terkait Perang Gaza

Smallest Font
Largest Font

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyatakan citra negaranya kini memburuk di mata publik Amerika Serikat dan identik dengan genosida serta pembunuhan bayi dalam konteks perang di Gaza.

Menurut Bennett, persepsi negatif ini muncul untuk pertama kalinya sejak berdirinya Israel dan telah menjadi merek negatif di kalangan mahasiswa AS, yang mengasosiasikan Israel dengan perang dan pembunuhan anak-anak.

Bennett mengkritik pemerintahan Benjamin Netanyahu yang dianggap gagal menjaga citra dan kepentingan Israel di mata dunia.

"Untuk pertama kalinya sejak berdirinya Israel, kami telah menjadi simbol negatif di mata publik Amerika," ujar Bennett dalam sebuah wawancara, sebagaimana dilaporkan oleh Media ABI dan Anadolu.

Ia membandingkan persepsi terhadap Israel dengan Italia, yang identik dengan pasta. "Jika Anda bertanya kepada seseorang apa yang terlintas dalam pikirannya ketika mendengar Italia, mungkin jawabannya adalah pasta. Tetapi jika Anda bertanya kepada seorang pelajar Amerika apa yang terlintas ketika mendengar Israel, jawabannya adalah Gaza, perang, lalu pembunuhan," ujar Bennett.

Bennett juga mengungkapkan tuduhan genosida telah menjadi bagian dari pandangan masyarakat Amerika, terutama di kalangan mahasiswa, meskipun hal itu dianggap tidak adil.

"Orang akan mengatakan genosida. Itulah kenyataan saat ini. Ketika Italia dikaitkan dengan pasta dan Israel dengan pembunuhan anak-anak, hal itu mungkin tidak benar atau adil, tetapi itulah kenyataan yang kita hadapi," tambahnya.

Wawancara dengan mahasiswa di New York University dan Columbia University menunjukkan kata "genosida" menjadi asosiasi utama saat mereka ditanya mengenai Israel, mencerminkan perubahan persepsi generasi muda AS.

Mahasiswa Samuel dari NYU mengatakan tiga hal yang paling diasosiasikan dengan Israel adalah "Netanyahu, genosida, dan Palestina." Mahasiswa lain, Maddy, menyebut perasaan takut dan menggambarkan Israel sebagai negara yang menggunakan kekuatan militer terhadap pihak yang lebih lemah.

Sejak Oktober 2023, konflik di Gaza telah menyebabkan lebih dari 73.300 warga Palestina tewas dan 174.200 luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant juga menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang.

Direktur Eksekutif Middle East Council on Global Affairs, Khalid Al-Jaber, mengamati bahwa meskipun kelompok lobi pro-Israel masih kuat di AS, dukungan publik mulai melemah dan menyebabkan kesenjangan antara elite politik dan opini publik, yang berpotensi mengubah hubungan bilateral AS-Israel.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed