Donald Trump Umumkan Misi Amerika di Iran Selesai
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa misi Amerika di Iran telah selesai dan mengklaim kemenangan atas perang yang sedang berlangsung, melalui unggahan di media sosial pada Agustus 2026. Dalam unggahan tersebut, Trump menampilkan gambar dirinya dengan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, latar serangan udara dan rudal AS bertuliskan "mission accomplished 2026" atau misi selesai 2026. Trump membandingkan dirinya dengan mantan Presiden George W. Bush yang pernah menyatakan misi di Irak belum selesai setelah pendudukan AS pada 2003, yang berlanjut bertahun-tahun.
Meskipun Trump mengumumkan kemenangan, laporan South China Morning Post menyebutkan bahwa perang dengan Iran belum menunjukkan tanda berakhir dan banyak tujuan AS belum tercapai.
Trump disebut belum berhasil menghentikan program nuklir Iran secara permanen dan juga belum mampu mencegah serangan Iran di negara tetangga maupun dukungan Iran terhadap kelompok proksi. Trump sebelumnya berjanji mendorong perubahan rezim di Teheran, namun setelah kematian Ali Khamenei, putranya Mojtaba Khamenei mengambil alih kekuasaan tanpa perubahan signifikan dalam pemerintahan.
Senator Chuck Schumer dari Partai Demokrat mengkritik klaim Trump, menyebutnya tidak masuk akal dan menilai perang dimulai tanpa rencana jelas. Schumer juga menyoroti dampak konflik yang meningkatkan harga bahan bakar dan risiko terhadap warga AS.
"Kebijakan Trump membuat dunia lebih berbahaya dan memicu biaya tinggi serta risiko nyawa warga Amerika," ujar Chuck Schumer, Senator dari New York. Panglima Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami menyatakan kesiapan berperang melawan AS selama puluhan generasi untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya. "Kami siap berperang selama 10 atau bahkan 20 generasi dan memastikan hal itu tidak akan terjadi," ujar Hatami pada 24 Agustus 2026.
Hatami menegaskan Iran bukan tempat bagi pihak luar termasuk AS untuk eksperimen atau petualangan militer.
"Kami harus membuat musuh merasakan kegagalan hingga mereka sadar bahwa ini bukan tempat yang tepat untuk tindakan seperti itu," tambahnya. Pengumuman Trump menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah baru Amerika dan ancaman sanksi ekonomi terhadap negara yang berdagang dengan Iran memicu ketegangan baru. Iran memperingatkan sanksi tersebut bisa memicu perang dunia dan tidak memiliki dasar hukum internasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow