Bahlil Wajibkan Anggota DPR Golkar Ikut TOT dan Siapkan Caleg 2029
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mewajibkan seluruh anggota DPR RI dari Partai Golkar mengikuti Training of Trainers (ToT) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan persiapan politik menghadapi Pemilu 2029.
Instruksi tersebut disampaikan Bahlil saat membuka acara ToT Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Bahlil, tujuan pelatihan ini adalah membekali kader agar mampu membedakan kepentingan partai dan pribadi dalam menjalankan tugas politik.
"Kepada semua anggota DPR RI, jadikan mereka peserta. Jadikan wajib! Supaya tahu mana kepentingan partai, mana kepentingan pribadi," ujar Bahlil.
Bahlil menekankan bahwa tanpa pembinaan dan nilai dasar partai, seorang kader akan sulit menjaga keseimbangan dalam menjalankan amanah.
"Kalau enggak ada filter yang mengontrol kita, susah," kata dia.
Selain itu, Bahlil mengungkapkan Partai Golkar mulai mempersiapkan mesin politik untuk Pemilu 2029 dengan menginventarisasi bakal calon legislatif (caleg) potensial pada akhir tahun 2026.
"Kita mulai menghitung dan menginventarisasi daftar caleg pada akhir tahun ini supaya 2027 kita sudah bekerja secara politik. Konsolidasi partai harus selesai pada 2026," ujar Bahlil dalam acara yang sama.
Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji, menjelaskan proses rekrutmen caleg melibatkan pengurus DPP, DPD provinsi, kabupaten/kota, serta organisasi sayap dan jaringan afiliasi.
Selain penjaringan caleg, Golkar juga memperkuat kualitas kader melalui program kaderisasi yang wajib diikuti oleh calon legislatif di semua tingkatan.
Sarmuji menyatakan, "Kaderisasi menjadi syarat penting agar wakil rakyat dari Partai Golkar tidak hanya mampu memenangkan pemilu tapi juga kompeten dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik."
Bahlil juga menekankan proses kaderisasi yang ketat dan tidak instan. Ia meminta agar peserta pelatihan, termasuk anggota DPR, diperlakukan sama tanpa perlakuan khusus.
"Saya minta untuk semua peserta harus ketat, Pak Sekjen. Bila perlu kalau tidak lulus jangan dikasih lulus," ujar Bahlil.
Dalam sambutannya, Bahlil mengibaratkan pengkaderan Partai Golkar seperti pohon beringin yang membutuhkan akar kuat untuk tumbuh kokoh.
"Coba teman-teman membayangkan pohon yang kita tanam dari kecil, dari nol, itu hasilnya akan berbeda dengan ketika kita mengambil pohon beringin dari punya orang atau yang tidak tertanam di dalam rumah sendiri kemudian kita taruh. Pohonnya mungkin bagus, tapi akarnya yang kurang kuat," kata Bahlil.
Pelatihan ToT diselenggarakan pada 3-8 Agustus 2026 dan diikuti 81 peserta dari anggota DPR, unsur DPP, organisasi pendiri, dan kader yang dipersiapkan menjadi instruktur.
Materi pelatihan meliputi identitas kader, doktrin karya kekaryaan, kepemimpinan, kebijakan publik, komunikasi politik, teknik persidangan, penyusunan rencana pembelajaran, dan simulasi mengajar.
Direktur Akademi Golkar Hajriyanto Thohari menyebut ToT ini sebagai implementasi amanat Musyawarah Nasional Partai Golkar untuk menguatkan sistem kaderisasi sebagai fondasi pembangunan partai.
"Semoga ilmu, pengalaman, dan jejaring yang dibangun selama kegiatan ini menjadi bekal dalam melahirkan kader-kader Partai Golkar yang semakin berkualitas, militan, dan mampu menjawab tantangan zaman," ujar Hajriyanto.
Dalam momen pidato tersebut, Bahlil juga sempat dicolek ajudannya yang mengabarkan panggilan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengibaratkan fleksibilitas sebagai ciri khas kader Golkar dalam menghadapi dinamika.
"Nah, inilah ciri daripada kader Partai Golkar dan bukan kader Partai Golkar, fleksibel," kata Bahlil.
Bahlil mengingatkan agar organisasi sayap seperti AMPI menjaga kekompakan dan tidak terjebak konflik internal yang berulang.
"Organisasi-organisasi sayap pemuda kayak AMPI ini jangan konflik terus. Apa itu? Satu kepengurusan empat kali ganti Sekjen.
Apa itu lulusan? Enggak pernah belajar kayak begitu di AMPI," ujar Bahlil.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow