Warren Buffett Ungkap Prinsip Investasi dan Kritik Besar Belanja AI
Warren Buffett mengemukakan tujuh prinsip investasi yang menjadi kunci keberhasilannya untuk menghindari kerugian permanen dalam berinvestasi, sekaligus mengkritik belanja besar-besaran perusahaan teknologi pada kecerdasan buatan (AI) yang dianggapnya mirip gelembung spekulasi era rel kereta api abad ke-19.
Menurut Warren Buffett, investor harus membeli saham hanya dari bisnis yang benar-benar dipahami dan menghindari risiko berlebihan. Ia menekankan pentingnya margin of safety dengan membeli saham di harga jauh di bawah nilai intrinsiknya, serta berorientasi pada nilai jangka panjang.
Buffett juga menegaskan pentingnya memilih perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang kuat dan menjaga cadangan kas besar untuk fleksibilitas investasi. Kesabaran dan disiplin dalam menunggu peluang investasi yang tepat serta menghindari penggunaan utang berlebihan juga menjadi prinsip utama yang ia terapkan, menurut sumber dari money.kompas.com.
"Risiko muncul ketika Anda tidak mengetahui apa yang sedang Anda lakukan," kata Warren Buffett, menegaskan prinsip berinvestasi dalam lingkaran kompetensi.
Strategi investasi sederhana lain yang Buffett anjurkan adalah aturan 90/10 untuk investor ritel, dengan 90% dana dialokasikan ke reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah dan 10% ke obligasi pemerintah jangka pendek. Strategi ini dirancang untuk menjaga biaya rendah dan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang, seperti dijelaskan oleh investor.id.
"Investor biasa tidak butuh keahlian rumit itu. Secara keseluruhan, bisnis di AS telah berkinerja sangat baik dari waktu ke waktu dan akan terus begitu," ujar Warren Buffett dalam surat tahunannya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway.
Di tengah lonjakan belanja modal perusahaan teknologi besar di bidang AI yang diperkirakan mencapai 750 miliar dolar AS pada 2026 dan potensi 4,5 triliun dolar AS pada 2030, Buffett menyamakan pengeluaran tersebut dengan investasi besar era pembangunan rel kereta api abad ke-19 yang dikenal sebagai gelembung spekulasi, menurut telset.id.
"Dengan Google dan semua pesaingnya, mereka mengeluarkan ratusan miliar dolar. Itu uang nyata... Uang sebesar itu bahkan tidak pernah ada di bisnis rel kereta api," ujar Buffett dalam wawancara dengan CNBC.
Berkshire Hathaway juga telah membeli 17,85 juta saham Alphabet dan menambah investasi 10 miliar dolar AS pada Juni 2026, menandakan perubahan sikap Buffett yang sebelumnya menghindari saham teknologi karena dianggap tidak memiliki aset berharga.
Buffett percaya Alphabet memiliki arus kas kuat untuk menopang pembangunan infrastruktur AI yang masif, sehingga menjadikannya investasi yang masuk akal di tengah ketidakpastian pasar teknologi, tambah laporan dari telset.id.
Selain itu, Buffett juga menekankan bahwa investasi tanpa risiko tidak ada, namun yang terpenting adalah disiplin dalam berinvestasi dan memahami bisnis yang dimiliki untuk menjaga modal tetap aman dan bertumbuh, menurut money.kompas.com.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow