Warren Buffett Didik Tiga Anaknya Sukses Tanpa Gelar Sarjana

Smallest Font
Largest Font

Investor kawakan Warren Buffett dikenal luas berkat keberhasilannya membesarkan Berkshire Hathaway. Namun, gaya pengasuhan sang miliarder dalam membimbing ketiga buah hatinya menuju kesuksesan tanpa ijazah perguruan tinggi dan warisan melimpah jarang diketahui publik.

Ketiga anak sang Oracle of Omaha, yaitu Susie, Howard, dan Peter, tercatat tidak memiliki gelar sarjana. Susie memutuskan berhenti dari bangku perkuliahan meski hanya tersisa tiga SKS, sedangkan Howard dan Peter memilih keluar lebih awal.

Dikutip dari Investor Daily, Buffett pernah berkelakar bahwa gabungan seluruh SKS ketiga anaknya mungkin hanya cukup untuk meraih satu gelar sarjana.

Alih-alih menuntut formalitas akademis demi status, Buffett mendorong anak-anaknya fokus mengejar bidang yang sesuai minat serta potensi diri. Bagi dirinya, tolok ukur keberhasilan terletak pada pencapaian tujuan hidup, bukan selembar diplomas.

Susie Buffett mengenang arahan sang ayah yang selalu menekankan pentingnya memanfaatkan peluang serta kebebasan memilih jalan hidup sejak kecil. Berkat dorongan tersebut, ketiganya mengukir karier yang jauh dari dinamika pasar modal.

Susie memilih mendedikasikan diri pada dunia filantropi, pendidikan, dan pemberdayaan keluarga. Howard berprofesi sebagai petani serta konservasionis yang aktif pada isu ketahanan pangan global. Sementara Peter sukses menjadi komposer musik peraih Emmy Award sekaligus aktivis sosial.

Pendekatan keluarga Buffett ini sejajar dengan dinamika era modern. Data Pew Research Center menunjukkan hanya sekitar 25 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang menilai gelar sarjana empat tahun mutlak diperlukan untuk memperoleh pekerjaan berpenghasilan tinggi.

Prinsip kemandirian dalam keluarga Buffett juga diterapkan pada pengelolaan kekayaan pribadinya yang menembus lebih dari 100 miliar dolar AS. Sang mantan CEO Berkshire Hathaway tersebut memegang formula khusus terkait pemberian dana kepada anak-anaknya.

"Beri anak-anakmu cukup uang agar mereka bisa melakukan apa saja, tetapi jangan terlalu banyak hingga membuat mereka tidak melakukan apa-apa," tutur Warren Buffett.

Ia menegaskan bahwa dukungan finansial semestinya menghadirkan pilihan hidup serta kepercayaan diri, bukan malah mengikis etos kerja. Atas dasar pemikiran itu, ia berkomitmen menyumbangkan lebih dari 99 persen kekayaannya ke lembaga amal.

Strategi pengasuhan ini menjadi referensi relevan di tengah melambungnya biaya pendidikan tinggi global serta maraknya fenomena pergeseran rekrutmen berbasis keterampilan. Model ini juga memberikan gambaran bagi keluarga dalam menghadapi era perpindahan kekayaan antargenerasi agar tetap menjaga daya tahan dan jiwa kewirausahaan anak.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed