Walikota New York Rilis Daftar Properti Mewah Jelang Pajak Pied-a-Terre

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kota New York merilis publikasi daftar nama pemilik properti mewah dan rumah kedua (pied-a-terre) yang memicu gelombang protes keras dari kalangan konglomerat serta pelaku industri real estat.

Langkah penayangan data tersebut menjadi bagian dari skema penerapan pajak tahunan hunian sekunder bernilai di atas 5 juta dollar AS serta unit apartemen mewah dengan harga melebihi 1 juta dollar AS.

Otoritas Kota New York telah melayangkan pemberitahuan pajak khusus kepada sekitar 17.000 pemilik dari total hampir satu juta data hunian yang dipublikasikan.

Daftar properti tersebut mencantumkan alamat hunian milik sejumlah figur publik, termasuk penthouse manajer hedge fund Ken Griffin seharga 239 juta dollar AS, sutradara Woody Allen, mantan Pemimpin Redaksi Vogue Anna Wintour, hingga aktris Cynthia Nixon.

Publikasi data ini menuai perdebatan sengit dalam rapat pengawasan Dewan Kota New York.

"Daftar hitam orang kaya dan orang miskin, sebuah cap buruk. Pemerintah seolah menyiratkan kepada masyarakat bahwa kepemilikan rumah adalah sesuatu yang memilukan," kata Kamillah Hanks, Anggota Dewan Kota New York.

Departemen Keuangan Kota New York menegaskan bahwa seluruh data alamat dan kepemilikan properti pada dasarnya merupakan informasi publik yang wajib dibuka berdasarkan undang-undang.

Namun, perwakilan pelaku industri memperingatkan risiko keamanan yang timbul akibat pembukaan data pribadi tersebut.

"Bayangkan betapa menguntungkannya hal ini bagi para penipu, pelaku kecurangan, dan siapa pun yang berniat jahat. Kejut kebingungan inilah yang benar-benar membuat semua orang kehilangan kesabaran," kata Jason Haber, pimpinan Asosiasi Real Estat AS.

Dukungan atas kebijakan ini datang dari kelompok masyarakat dan akademisi yang menilai pajak tambahan bagi pemilik rumah mewah merupakan langkah rasional untuk keadilan fiskal.

"Intinya menjadi kaya adalah Anda bisa tinggal di mana pun Anda mau. Seseorang yang memiliki tempat tinggal yang bukan tempat tinggal utama mereka dan bernilai lebih dari 5 juta dollar AS memiliki kemampuan untuk membayar lebih banyak daripada kebanyakan warga New York," kata Morris Pearl, mantan Direktur Pelaksana BlackRock yang memimpin kelompok Patriotic Millionaires.

"Anggapan orang memilih tidak berinvestasi di kota ini karena pajak adalah hal tidak masuk akal," kata Morris Pearl, mantan Direktur Pelaksana BlackRock yang memimpin kelompok Patriotic Millionaires.

Walikota New York Zohran Mamdani mempertahankan kebijakan ini demi menargetkan penerimaan daerah hingga 500 juta dollar AS per tahun guna membiayai layanan publik seperti penitipan anak universal dan bus gratis.

Mamdani sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik saat menghadiri pertandingan ketiga final NBA di Madison Square Garden pada Senin (8/6/2026), di mana ia membeli tiket seharga hampir 1.000 dollar AS.

Laga basket tersebut diwarnai pengamanan ketat dan penutupan area sekitar gedung akibat kehadiran Presiden AS Donald Trump yang datang menonton langsung.

Pemasangan barikade dan pembatasan akses warga tanpa tiket di sekitar arena MSG memicu kritik dari politisi maupun warga setempat.

"Di salah satu momen terbaik yang dinikmati NYC dalam beberapa dekade, (Trump) membuat semuanya tentang dirinya sendiri. Trump harus MENINGGALKAN KAMI SENDIRI! Dia tidak diinginkan di sini," kata Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat AS.

Meski sebagian penonton merasa terganggu oleh pembatasan akses, kedatangan Trump tetap disambut oleh sebagian pendukung Knicks.

"Saya pikir ini menyebalkan. Saya pikir ini benar-benar merusak semua acara nonton bersama, tapi cukup keren dia ingin datang dan menjadi bagian dari ini," kata Anthony Pulley, seorang penggemar Knicks.

Operasi pengetatan pengamanan di lokasi tersebut melibatkan pengerahan personel NYPD, pimpinan Secret Service, serta penggunaan teknologi penangkal drone.

"Pesannya sederhana: Rayakan Knicks, tetapi hindari area MSG malam ini jika Anda tidak memiliki tiket pertandingan," kata Jessica Tisch, Komisaris Kepolisian New York (NYPD).

Secret Service memastikan tindakan tersebut diambil demi menjamin keamanan seluruh penonton dan presiden selama pertandingan berlangsung.

"Fokus Secret Service sederhana: Memastikan semua orang yang menghadiri pertandingan dapat menikmati dan memiliki pengalaman yang aman, sementara kami menjalankan tanggung jawab untuk melindungi Presiden Amerika Serikat," kata Matt McCool, Agen Khusus Secret Service.

Pemerintah Kota New York menyatakan tetap berkomitmen memperjuangkan rancangan pajak properti mewah ini di tengah ancaman gugatan hukum dari konsorsium pemilik rumah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed