Trump Optimistis Diplomasi Baru dengan Iran Bisa Capai Terobosan
Presiden Donald Trump menyatakan pada hari Senin ada "peluang baik" untuk terobosan dalam putaran diplomasi baru dengan Iran, namun memperingatkan akan melanjutkan serangan udara yang sempat dihentikan jika negosiasi gagal.
Trump menyebutkan bahwa Iran meminta pertemuan setelah dua minggu serangan AS, yang menurutnya membuat Iran mengalami pukulan berat. Pernyataan ini segera dibantah oleh Iran.
Setelah dua pekan serangan yang diperbarui, tujuan Trump untuk mengembalikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz masih belum tercapai, dan belum jelas apakah diplomasi akan membuahkan hasil yang lebih baik.
Beberapa pejabat AS dan partai republik menilai posisi Trump melemah menjelang pemilu paruh waktu November dan mendorong penyelesaian konflik.
Namun Trump akan menghadapi tekanan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Gedung Putih, yang diperkirakan akan mendukung kelanjutan perang.
Trump juga menegaskan jika upaya diplomasi gagal, AS akan melanjutkan serangan seperti sebelumnya.
"Kami sedang berbicara sekarang," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One. "Iran mendapat pukulan selama 14 hari terakhir, dan mereka meminta dengan sopan, 'tolong berhenti, mari bertemu'."
Trump menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan berlanjutnya konflik dengan menyebutkan pasokan amunisi AS masih cukup banyak.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membantah adanya negosiasi langsung dengan AS dan menyatakan perannya hanya sebagai perantara pesan dari pihak Amerika.
"Mediator mungkin menyampaikan pesan dari pihak Amerika tentang perkembangan saat ini di kawasan. Namun saat ini kami tidak terlibat negosiasi dengan Amerika Serikat," ujar Baqaei.
Meski begitu, Trump dalam pidatonya di Michigan tetap menegaskan bahwa Iran sedang berbicara dengan AS untuk membuat kesepakatan.
Sementara itu, serangan drone yang diduga dari kelompok terkait Iran menyerang fasilitas minyak Saudi pada hari Senin, yang dicegat oleh kementerian pertahanan Saudi. Riyadh meminta Irak mencegah serangan semacam itu dari wilayahnya.
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi meminta investigasi atas tuduhan tersebut, sementara Pakistan yang menjadi mediator perang di Timur Tengah mengecam serangan drone itu sebagai ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas regional.
Pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman mengaku meluncurkan serangan drone balasan ke infrastruktur minyak Saudi, tetapi Riyadh belum memberi tanggapan.
Dalam perkembangan lain, militer Israel mengklaim mencegat dua drone di dekat perbatasan Yordania dan sedang menyelidiki asalnya.
Pasar saham global menguat dan harga minyak turun sekitar 6 persen ke level $86 per barel menyusul jeda serangan antara Washington dan Teheran, memberikan kelegaan sementara bagi pengiriman di Teluk dan industri minyak.
Kontrol atas Selat Hormuz tetap menjadi kendala utama, dengan Iran menegaskan haknya mengatur jalur penting pengiriman minyak dan gas tersebut. Pasukan Garda Revolusi Iran menghentikan beberapa kapal yang melewati jalur yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan Iran.
Teheran juga mengadakan pembicaraan dengan Oman mengenai prinsip dan mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran. Oman sebelumnya menyatakan kapal bisa melewati perairannya, yang memicu reaksi keras dari Iran hingga terjadi serangan kapal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam tindakan AS yang disamakan dengan "mafia yang tidak mematuhi aturan atau hukum" dalam beberapa tahun terakhir.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow