Mojtaba Khamenei Hilang dari Publik Pengagum dan Oposisi Pertanyakan
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat atau terdengar oleh publik selama enam bulan sejak perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel dimulai, sehingga memicu keraguan mendalam atas kepemimpinan negara di tengah krisis ekonomi dan konflik Middle East.
Mojtaba, yang menderita luka parah di bagian wajah akibat serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya, hingga kini hanya menyampaikan pesan melalui pernyataan tertulis yang dibacakan oleh penyiar berita. Ia bahkan absen dari upacara pemakaman ayahnya bulan lalu.
Keraguan mengenai keberadaan dan peran aktifnya kini mulai merambah ke berbagai kalangan di dalam negeri, mulai dari kelompok opisisi hingga pendukung setia Republik Islam Iran.
"Pertanyaannya bukan lagi apakah Mojtaba masih hidup, melainkan apakah Iran masih memiliki pemimpin tertinggi yang berfungsi," kata Alex Vatanka dari Middle East Institute di Washington.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan nyata dengan Washington maupun keputusan mempertahankan konflik panjang memerlukan persetujuan pasti dari Mojtaba.
"Absennya yang berkepanjangan telah menciptakan situasi berbahaya di mana faksi-faksi yang saling bersaing dapat sama-sama mengklaim tahu apa yang sebenarnya diinginkan sang pemimpin," kata Vatanka.
Keraguan senada diungkapkan oleh anggota milisi sukarelawan Basij di kota suci Qom yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.
"Kami perlu mendengar suara pemimpin kami, atau melihat tanda apa pun bahwa beliau ada di atas sana dan memimpin negara untuk memberi kami lebih banyak kepercayaaan diri," kata anggota milisi Basij tersebut.
Kekecewaan serupa disampaikan oleh kalangan pro-reformasi di Tehran yang mempertanyakan transparansi pemerintah mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi.
"Bagaimana kita tahu bahwa Mojtaba belum terbunuh?" kata Shahrokh, seorang pengusaha pro-reformasi di Tehran.
Ia menilai tidak logis jika pemerintah tidak memberikan satu pun bukti fisik yang menunjukkan keberadaan sang pemimpin.
"Tidak masuk akal jika tidak ada satu pun tanda yang membuktikan dia masih hidup, apalagi bukti bahwa dia terlibat dalam pengambilan keputusan," tambah Shahrokh.
Para pejabat senior Iran menegaskan Mojtaba tetap memegang kendali penuh, memimpin secara rahasia untuk alasan keamanan, serta rutin menggelar pertemuan dengan pejabat tinggi seperti Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammed Baqer Qalibaf.
Pezeshkian menyatakan telah menggelar pertemuan selama tujuh jam bersama Mojtaba pada 10 Agustus 2026. Di sisi lain, jajaran Garda Revolusi Iran semakin memperkuat pengaruhnya dalam struktur kekuasaan di bawah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi untuk menjaga stabilitas negara dan menahan dampak sanksi ekonomi.
Seorang sumber yang dekat dengan lingkaran dalam melaporkan kondisi kesehatan Mojtaba terus membaik, sementara akses fisik kepadanya dibatasi secara sangat ketat guna mencegah kebocoran informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pihak musuh.
"Meskipun ada semua tekanan ini, layanan kepada masyarakat tidak terhenti. Garis kebijakan luar negeri kita menyatu dan keputusan kita koheren. Semua ini menunjukkan pemimpin tertinggi memegang kendali," kata seorang pejabat senior Iran lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow