Trump Ancam Bom Oman dan Potong Bantuan Militer Korea Selatan

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan membom Oman dan memangkas latihan militer gabungan dengan Korea Selatan pada Senin (18/8/2026). Langkah kontroversial ini diambil usai berakhirnya masa berlaku nota kesepahaman (MoU) 60 hari antara Washington dan Iran tanpa ada kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Ancaman terhadap Oman dilontarkan lantaran negara Teluk tersebut bernegosiasi langsung dengan Iran untuk mengelola lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Sementara itu, keputusan pengurangan latihan militer dengan Seoul dipicu oleh penolakan Korea Selatan untuk terlibat dalam perang melawan Iran serta pertimbangan biaya.

Eskalasi konflik di Selat Hormuz—jalur perdagangan vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia—telah memicu krisis energi global. Harga minyak mentah berjangka Brent melonjak hingga 91,22 dolar AS per barel pada Selasa, mendekati level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

Ancaman militer terhadap Oman disampaikan Trump saat wawancara televisi ketika mengklaim pihaknya telah membuka saluran komunikasi langsung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Jika Oman menghalangi, kami akan membom mereka habis-habisan," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak militer Iran yang menegaskan tidak ada pembicaraan langsung yang berlangsung dengan pihak Amerika Serikat.

"Tidak ada pembicaraan yang terjadi antara pejabat IRGC dan orang-orang Amerika, dan kebohongan oleh Trump ini hanyalah fantasi yang disebabkan oleh ilusi dan mimpi buruk yang menderitanya akibat kekalahan dan keputusasaan dalam perang," kata Juru Bicara IRGC, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa Tehran dan Muscat telah mencapai draf kesepakatan mengenai mekanisme pengawasan bersama di Selat Hormuz guna melindungi hak kedaulatan kedua negara sekaligus menjamin keamanan kapal komersial.

"Ini adalah pertama kalinya sebuah mekanisme dikembangkan untuk secara bersamaan melindungi hak-hak kedaulatan kedua negara pantai dan memastikan perlintasan aman bagi kapal-kapal komersial," kata Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Kritik keras atas kebijakan luar negeri Trump juga berdatangan dari purnawirawan militer dan mantan diplomat Amerika Serikat yang menilai langkah tersebut merusak hubungan aliansi strategis Washington.

"Saya tidak paham dengan sikap mendekati Kim Jong Un. Saya tidak paham dengan ancaman membom Oman. Tindakan-tindakan tersebut justru bertolak belakang dengan apa yang seharusnya kita lakukan saat ini," kata James Stavridis, Purnawirawan Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat.

Para pengamat menilai pendekatan luar negeri Trump pada periode kedua jabatannya berisiko tinggi dan menciptakan ketidakpastian global yang semakin memburuk.

"Sementara pada periode pertamanya ia membangun rekam jejak yang cukup tidak terduga, pada periode kedua ini ia berada di jalur menuju rekam jejak sebagai sosok yang sangat tidak dapat diandalkan. Dan seluruh dunia sedang melihat situasi itu," kata Christopher Hill, Mantan Pejabat Senior Departemen Luar Negeri dan Duta Besar Amerika Serikat.

Terkait Korea Selatan, Trump mempertanyakan alasan AS harus membantu pertahanan Seoul jika negara sekutu tersebut enggan terlibat dalam konflik di Middle East, meskipun Seoul diperkirakan membayar lebih dari 1 miliar dolar AS tahun ini untuk menyokong pangkalan militer AS.

"Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan rasa hormat yang besar," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Kanada jelang tenggat waktu penerapan tarif 50 persen, sementara Iran dilaporkan terus meningkatkan produksi rudal dan nirawak di tengah jeda pertempuran skala besar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed