Tiga Pelabuhan di NTT Terdampak Gempa Magnitudo 7,0
Gempa bumi dengan magnitudo 7,0 mengguncang Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8), menyebabkan kerusakan di tiga pelabuhan utama di wilayah tersebut, dilansir dari Investor Daily.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa pelabuhan yang terdampak meliputi Pelabuhan Laurentius Say/Maumere, Pelabuhan Labuan Bajo, dan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu. Kerusakan berupa robohnya dermaga, bangunan terminal penumpang, serta retakan pada tembok dan dermaga ditemukan di lokasi-lokasi tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa saat gempa terjadi, kapal KM Bukit Siguntang sedang sandar di Pelabuhan Laurentius Say. Langkah pengamanan segera dilakukan terhadap kapal, penumpang, dan area pelabuhan yang terdampak.
"Saat kejadian, kapal KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan. Saat ini telah dilakukan langkah-langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang terdampak," ujar Masyhud.
Masyhud juga menyampaikan bahwa kerusakan di Pelabuhan Labuan Bajo berupa retakan tembok dan dermaga, sedangkan di Pelabuhan Wae Kelambu ditemukan retakan di bangunan kantor dan gudang. Beberapa perjalanan wisata sempat dibatalkan, tapi pelayaran sudah dibuka kembali setelah peringatan dini tsunami dicabut dan fasilitas dinyatakan aman.
"Dampak terhadap pengguna jasa, beberapa perjalanan wisata yang dibatalkan sementara. Namun saat ini pelayaran sudah dibuka kembali setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan dermaga serta terminal penumpang dapat digunakan dengan aman," tambahnya.
Fasilitas di Pelabuhan Marapokot juga mengalami penurunan elevasi pada causeway dan dermaga, serta keruntuhan pagar pembatas. Selain itu, pelabuhan lain seperti Reo, Ende, dan Waingapu mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara Pelabuhan Larantuka dilaporkan aman tanpa kerusakan.
Masyhud menegaskan bahwa pemantauan dan pemeriksaan fasilitas transportasi laut terdampak akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan serta mendukung kelancaran pelayanan masyarakat di wilayah NTT.
"Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman," ujar Masyhud.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa agar mengikuti arahan petugas dan informasi resmi dari pemerintah demi keselamatan bersama, terutama di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan.
"Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan," jelasnya.
Dirjen Masyhud menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah terdampak untuk meningkatkan monitoring selama 24-48 jam dan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada struktur dermaga, terminal, fasilitas listrik, peralatan bongkar muat, serta akses pelayaran.
"Kami telah instruksikan kepada seluruh UPT terdampak untuk meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya 24–48 jam, serta melakukan pemeriksaan terhadap struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik/BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, dan akses menuju pelabuhan," ucapnya.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar langkah penanganan dan pengamanan, termasuk memastikan fasilitas yang mengalami kerusakan tidak digunakan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis.
"Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural, tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis," tegas Masyhud.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow