Militer Taiwan Simulasi Rebut Pembangkit Listrik Penghu dari Infiltrasi
Komando Pertahanan Penghu menggelar latihan militer Han Kuang untuk merebut kembali Pembangkit Listrik Jianshan di Kepulauan Penghu dari infiltrasi agen rahasia China pada Rabu sore. Simulasi ini melibat tentara, tiga tank M60A3, dan kendaraan lapis baja guna mengamankan pasokan energi vital.
Kepulauan Penghu dinilai sebagai garis depan pertahanan Taiwan yang strategis jika Beijing melancarkan invasi atau blokade maritim. Pembangkit Listrik Jianshan merupakan satu-satunya sumber energi di pulau tersebut yang menyuplai 80 persen kebutuhan listrik bagi 108.000 penduduk local, sekaligus menyalurkan daya ke pulau utama Taiwan melalui kabel bawah laut.
Seorang pejabat militer yang bertugas di Penghu menjelaskan pentingnya posisi pulau tersebut sebelum latihan dimulai pada Kamis pagi.
"Penghu sangat penting secara strategis. Di sinilah China dapat menyandarkan kapalnya dan mendaratkan pesawatnya. Mereka dapat menggunakan pulau ini untuk memasok ulang pasukannya," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut, dilansir dari The Telegraph.
Skenario latihan mencakup antisipasi terhadap jaringan penyusup stealth dan kelompok agen rahasia yang disusupkan pihak lawan.
"Ada berbagai jenis infiltrasi. Misalnya, China bisa saja membayar warga lokal untuk menjadi mata-mata," ujar seorang pejabat senior pada latihan tersebut.
Pihak militer menegaskan bahaya besar jika fasilitas listrik utama berhasil dikuasai musuh.
"Ketika masyarakat kehilangan akses terhadap listrik dan daya, mereka kehilangan kepercayaan diri dalam perjuangan melawan musuh," tambah pejabat senior tersebut.
Seorang pejabat lain yang mengawasi latihan tersebut menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan melatih rantai komando dari tingkat intelijen hingga mobilisasi pasukan di lapangan.
"Mereka tidak menempatkan pasukan cadangan [di pembangkit listrik] terlebih dahulu. Mereka mensimulasikan operasi perebutan kembali, bukan operasi pertahanan," kata Tristan Tang, peneliti non-residen di National Bureau of Asian Research.
Tristan Tang menilai latihan tanpa pemberitahuan ini bertujuan menguji kesiapan prajurit dalam merespons ancaman mendadak.
"Mereka bisa saja sedang memverifikasi kapasitas mereka untuk melihat apakah mereka benar-benar dapat melaksanakan misi semacam ini," tambah Tristan Tang.
Selain ancaman terhadap pembangkit listrik, Kepulauan Penghu juga menghadapi kerentanan akibat gangguan pada kabel serat optik bawah laut. Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Taiwan berencana menempatkan sistem artileri roket Himars buatan Amerika Serikat di Penghu, meski pengirimannya diperkirakan masih tertunda dua hingga tiga tahun ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow