Taiwan Integrasikan Latihan Militer Han Kuang dan Ketahanan Kota
Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim memimpin pengawasan latihan ketahanan kota di Kaohsiung yang disatukan dengan latihan militer tahunan Han Kuang pada Jumat, 7 Agustus 2026. Integrasi ini bertujuan menguji kecepatan pengambilan keputusan kepemimpinan sipil dan militer dalam situasi krisis.
Pemerintah Taiwan menggelar latihan gabungan ini selama sepuluh hari untuk memperkuat respons nasional menghadapi potensi ancaman invasi China. Inspeksi berfokus pada kesiapan Pusat Komando Operasi Darurat Gabungan di Biro Pemadam Kebakaran Kaohsiung.
Hsiao Bi-khim, Wakil Presiden Taiwan, menjelaskan bahwa kerja Komite Ketahanan Pertahanan Seluruh Masyarakat berfokus pada ketahanan perkotaan sebagai bagian penting dari ketahanan nasional.
"Menggabungkan latihan Han Kuang dan ketahanan kota Kaohsiung akan menguji kemampuan kepemimpinan militer, sipil, dan politik untuk membuat serta menerapkan keputusan secara cepat, efektif, dan di bawah tekanan," kata Hsiao Bi-khim, Wakil Presiden Taiwan.
Ia menambahkan bahwa kesiapan sistem rumah sakit dalam menangani korban massal juga menjadi elemen krusial, bahkan jika fasilitas medis harus dipindahkan ke lokasi darurat.
"Tujuan dari latihan gabungan ini adalah untuk menguji celah pada sistem, bukan menampilkan pertunjukan yang sempurna," kata Hsiao Bi-khim, Wakil Presiden Taiwan.
Dalam simulasi di lapangan, Personel Komando Cadangan Angkatan Bersenjata mendirikan pos bantuan medis dan distribusi logistik di Sekolah Dasar Nanyang. Petugas juga mengendarai skuter keliling kota guna membagikan poster literasi media untuk menangkis disinformasi dan perang kognitif dari China.
Sementara itu di New Taipei City, prajurit zeni Angkatan Darat menutup Jembatan Danjiang di atas Sungai Tamsui untuk pertama kalinya sejak Kamis malam. Petugas memasang pembatas beton, rintangan anti-tank, dan kawat berduri guna membendung potensi penyerangan pasukan militer China menuju ibu kota Taipei.
Di Bandara Internasional Taoyuan, Brigade Lapis Baja Gabungan ke-584 mengerahkan tank M1A2T dan kendaraan lapis baja Clouded Leopard. Pengerahan pasukan dilakukan untuk mempertahankan pusat logistik udara tersebut dari simulasi serangan udara musuh.
Angkatan Udara Taiwan juga menyiagakan jet tempur Mirage 2000 di Pangkalan Udara Hsinchu untuk memperagakan proses pengisian ulang amunisi dan bahan bakar secara cepat.
Seorang perwira Angkatan Udara Taiwan menjelaskan bahwa misi pemuatan dan pemasangan amunisi merupakan bagian yang sangat penting dari operasi tempur.
"Setelah pesawat menyelesaikan misinya di udara, informasi tentang bahan bakar dan amunisi yang terpakai diteruskan dari menara pengawas ke kru darat di sini," kata Perwira Angkatan Udara Taiwan.
Petugas darat langsung menyiapkan kebutuhan amunisi sebelum jet mendarat agar armada dapat kembali mengudara dalam waktu singkat.
"Kami menyelesaikan persiapan yang diperlukan terlebih dahulu dan tetap bersiap. Setelah pesawat kembali beroperasi di darat, kami dengan cepat menyelesaikan servis dan persenjataan kembalinya sehingga dapat dengan cepat kembali ke udara," kata Perwira Angkatan Udara Taiwan.
Selain itu, perbaikan kerusakan landasan pacu akibat bom simulasi diperagakan menggunakan dukungan kontraktor sipil dengan target pemulihan dalam kurun waktu empat jam.
Seorang perwira Angkatan Udara Taiwan lainnya menyatakan bahwa dalam masa perang, kawah akibat bom pada landasan dapat diperbaiki dalam waktu empat jam dengan dukungan kontraktor sipil.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow