Satu Sopir Asal Tulungagung Tewas dalam Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
Sari Sukoco (39), seorang sopir truk ekspedisi asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ditemukan tewas setelah KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026). Jenazah korban berhasil dievakuasi dan tiba di rumah duka di Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung pada Senin (3/8/2026) malam.
Korban yang sedang mengangkut muatan pendingin ruangan rute Jakarta menuju Makassar tersebut sempat disaksikan oleh rekan kerjanya, Bambang Susilo, berada di pinggir kapal sebelum akhirnya terpisah saat kepulan api membesar.
Bambang menjelaskan bahwa mereka berdua berangkat menggunakan satu kendaraan truk ekspedisi setelah menunggu jadwal keberangkatan kapal selama hampir sepekan di Surabaya.
"Kami berangkat satu kendaraan ekspedisi membawa muatan pendingin ruangan tujuan Makassar. Saya sama almarhum satu truk," ujar Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Sebelum menuju Surabaya, keduanya sempat kembali ke rumah duka di Tulungagung sembari menunggu kesiapan jadwal kapal penumpang tersebut.
"Kami sudah menunggu kapal hampir seminggu. Muatan dari Jakarta sudah siap, lalu kami pulang dulu ke Tulungagung. Begitu jadwal kapal sudah dekat, kami berangkat lagi ke Surabaya," terang Bambang.
Saat kebakaran melalap lantai dan kaca kapal, situasi di atas KMP Mutiara Sentosa 2 memburuk dengan suhu yang kian panas di area depan.
"Api sudah mulai menjalar ke depan. Lantai kapal sudah panas, kaca juga sudah panas. Saya akhirnya berinisiatif lompat," tutur Bambang.
Bambang mengaku sempat membujuk korban untuk melompat ke laut bersama-sama guna menyelamatkan diri dari kobaran api.
"Saya bilang, 'Mas, ayo lompat.' Almarhum menjawab, 'nanti-nanti saja.' Saya bilang lagi, 'Mas, saya turun duluan.'
Beliau cuma tersenyum sambil mengangguk. Setelah itu saya langsung lompat ke laut. Waktu itu semua sudah memakai pelampung," terang Bambang.
Di antara rombongan yang berjumlah enam orang, korban menjadi salah satu penumpang yang masih bertahan di tepi kapal saat lainnya mulai terjun.
"Setelah itu masih ada empat orang termasuk almarhum. Tiga orang lainnya masih menunggu, mungkin karena takut atau gugup. Akhirnya mereka menyusul. Yang terakhir saya lihat, almarhum masih berdiri di pinggir kapal," ujar Bambang.
Bambang bertahan di tengah ombak besar selama lebih dari tiga jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal barang yang melintas di sekitar lokasi.
"Hampir tiga jam lebih kami berada di air. Kami berenang berusaha mendekati kapal penolong. Tapi kapal penolong juga tidak berani mendekat karena khawatir terjadi ledakan. Yang menolong juga kapal barang dan Gelombangnya juga besar," kata Bambang.
Bambang mengenang almarhum yang sudah delapan tahun bekerja dengannya sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.
"Saya sudah bekerja sama almarhum sekitar delapan tahun. Orangnya menyenangkan, baik, dan santai," ucap Bambang.
Selain itu, korban juga sempat mengutarakan rencana pribadinya sebelum insiden naas tersebut terjadi.
"Kami sempat ngobrol. Almarhum cerita kalau tahun ini ingin menikah," tutur Bambang.
Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, KMP Mutiara Sentosa 2 milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) mengangkut sekitar 250 penumpang dan kru saat insiden terjadi. Hingga Senin (3/8/2026), tercatat lima orang meninggal dunia dan 229 orang berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow