Siswa 6 Tahun di India Meninggal Usai Ditampar Guru Kelas

Smallest Font
Largest Font

Seorang murid sekolah dasar berusia enam tahun bernama Pranay Tej meninggal dunia setelah pingsan akibat ditampar oleh guru perempuan di Little Garden School, Visakhapatnam, Andhra Pradesh, India, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Insiden penamparan tersebut sempat terekam kamera pengawas sekolah dan kini memicu penyelidikan dari kepolisian setempat serta otoritas pendidikan daerah Andhra Pradesh.

Hasil pemeriksaan awal dan autopsi telah selesai dilakukan sebelum pihak kepolisian menyerahkan jenazah bocah tersebut kepada pihak keluarga.

Inspektur Polisi Pudi Vara Prasad menjelaskan bahwa penanganan hukum telah berjalan menyusul adanya laporan dari keluarga korban.

"Menindaklanjuti laporan tertulis dari ayah bocah tersebut, kami telah mencatat kasus ini berdasarkan Pasal 194 BNSS dan memulai penyelidikan," ujar Prasad.

Aparat kepolisian masih terus mengumpulkan bukti pendukung dan hasil resmi tim medis untuk memastikan penyebab utama kematian korban.

"Begitu semua laporan terkait diterima, kami akan menentukan penyebab pasti kematiannya," kata Prasad.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban dalam kondisi sehat serta bersemangat saat berangkat ke sekolah pada pagi hari sebelum kejadian.

"Pada pagi hari sekitar pukul 08.00, putra saya bangun dan bilang ingin pergi ke sekolah. Dia bersikeras untuk tetap masuk sekolah," ujar ayah Pranay.

Ayah korban menuturkan bahwa keluarga sempat mengizinkannya pergi karena jadwal ujian yang sudah dekat.

"Kami berpikir, ya karena ujian sebentar lagi, biarkan dia pergi. Lalu dia berkata, 'Baik Ayah, saya berangkat,' lalu pergi ke sekolah," kata sang ayah.

Namun, pihak keluarga terkejut ketika menerima kabar darurat mengenai kondisi Pranay dari warga sekitar tempat bekerja kerabat mereka, bukan dari pihak sekolah.

"Tidak ada seorang pun dari sekolah yang menghubungi saya. Para koki lokal yang bekerja di dekat tempat saudara ipar sayalah yang menelepon dan memberi tahu saya," tutur sang ayah.

Pihak keluarga menuding tindakan kekerasan fisik guru menggunakan tongkat menjadi penyebab utama korban mengalami syok hebat hingga jatuh pingsan.

"Saat kami memeriksa rekaman CCTV di sekolah, terlihat bahwa guru itu menakut-nakutinya. Guru itu memukulnya dengan tongkat, dan karena syok serta takut, dia langsung pingsan di tempat," tegas sang ayah.

Menteri Pendidikan dan Teknologi Informasi Andhra Pradesh Nara Lokesh mengecam tindakan kekerasan fisik tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mengambil langkah hukum.

"Kami sedang mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta pihak manajemen sekolah," kata Lokesh.

Ia juga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban melalui unggahan media sosialnya.

"Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul dengan apa yang menimpa Pranay Tej kecil. Saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dialami orang tuanya. Hukuman fisik tidak memiliki tempat di sekolah-sekolah kita. Tidak boleh ada anak yang mengalami kekerasan atas nama disiplin," tegas Lokesh.

Pemerintah daerah menugaskan tim khusus untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak dalam insiden ini.

"Saya telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab. Hati saya tertuju pada keluarga Pranay di tengah duka yang begitu mendalam ini," tambah Lokesh.

Dukungan atas langkah cepat pemerintah daerah juga disampaikan oleh politisi Partai Telugu Desam (TDP), Palla Srinivasa Rao.

"Pemerintah telah bereaksi dengan tepat," kata Srinivasa Rao.

Pihaknya memastikan pembentukan komite penanganan kasus akan mengawal proses hukum hingga selesai.

"Menteri TI dan Pendidikan kami, Nara Lokesh Garu, telah membentuk sebuah komite, dan berdasarkan laporan komite tersebut, kami pasti akan mengambil tindakan," ujar Srinivasa Rao.

Pejabat Divisi Pendapatan Daerah, Dilip Chakravarthy, mengonfirmasi bahwa korban sudah dalam kondisi tak bernyawa saat tiba di Rumah Sakit King George.

"Saya mengetahui insiden bahwa seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa dalam keadaan meninggal ke KGH dari sekolah," kata Chakravarthy.

Dinas Pendidikan Andhra Pradesh kini telah menerjunkan tim tiga orang untuk melakukan verifikasi lapangan guna memperketat aturan larangan kekerasan di lingkungan sekolah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed