Keluarga Netanyahu Memicu Kontroversi Politik dan Keamanan di Israel
Keluarga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendadak menjadi sorotan publik akibat melontarkan tuduhan konspirasi terhadap tokoh oposisi serta munculnya ancaman pembunuhan terhadap putra sulungnya. Sara Netanyahu memicu kemarahan publik setelah mengklaim seorang tokoh oposisi senior, Mayor Jenderal Yair Golan, telah mengetahui rencana serangan Hamas sebelum peristiwa terjadi pada 7 Oktober 2023. Tuduhan yang disampaikan dalam wawancara di Channel 14 pada 31 Agustus 2026 tersebut memperlihatkan tajamnya polarisasi politik di Israel menjelang pemilu Oktober mendatang.
Pernyataan tersebut menuduh Golan sudah bersiap pada pagi hari saat serangan terjadi, sementara pihak pemerintah tidak mengetahui informasi apa pun.
"Sementara pihak-pihak lainnya tidak tahu apa-apa, termasuk perdana menteri," ucap Sara Netanyahu, Istri PM Israel. Pernyataan itu langsung memicu tanggapan keras dari kubu oposisi yang menepis tuduhan pengkhianatan internal tersebut.
Partai Demokrat menilai klaim itu sebagai upaya melanggar batas yang menodai aksi kepahlawanan Golan saat peristiwa serangan melanda. "Menyebarkan teori konspirasi yang menargetkan Mayor Jenderal Yair Golan, dan menodai kepahlawanannya pada 7 Oktober, merupakan tindakan yang melanggar batas yang mengarah pada kegilaan," pungkas Partai Demokrat, Partai Oposisi Israel.
Kandidat kuat penantang Netanyahu, Gadi Eisenkot, turut memberikan kritik pedas terhadap narasi yang dihembuskan oleh keluarga perdana menteri. Eisenkot menilai bahwa komentar miring tersebut disebarkan hanya demi mempertahankan kekuasaan politik Netanyahu semata. "semata-mata bertujuan untuk memicu kebencian dan melanggengkan kekuasaan Netanyahu," kata Gadi Eisenkot, Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel.
Di saat yang sama, badan intelijen Shin Bet mendadak mengevakuasi Yair Netanyahu dari Florida, Amerika Serikat, pada 29 Agustus 2026 setelah mendeteksi ancaman pembunuhan dari Iran.
Putra sulung Netanyahu itu langsung dipulangkan ke Israel bersama tim pengawalnya tanpa sempat membawa barang-barang pribadinya akibat ancaman yang dinilai sangat serius. Keberadaan Yair di AS selama bertahun-tahun sebelumnya memicu kritik luas dari warga Israel karena dinilai menikmati gaya hidup mewah di luar negeri saat ribuan tentara cadangan dipanggil bertugas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow