Saham BBCA Cetak Laba Rp30,3 Triliun dan Target Harga Baru Diturunkan

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp30,3 triliun sepanjang semester I-2026 atau mengalami kenaikan sebesar 2% secara tahunan (yoy), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Hasil kinerja keuangan tersebut tercatat memenuhi 49% dari proyeksi tahunan yang dipatok oleh konsensus pasar maupun perkiraan analis untuk sepanjang tahun 2026. Pada periode kuartal II-2026, BBCA mengantongi laba bersih Rp14,9 triliun yang cenderung stabil baik secara kuartalan (qoq) maupun tahunan (yoy), ditopang oleh penurunan biaya pencadangan yang berhasil meredam lonjakan beban operasional.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Nataniella Eva Kezia menjelaskan bahwa pendapatan berbasis komisi atau fee based income tumbuh dengan sehat sehingga mampu menopang perolehan kinerja perseroan.

Meskipun demikian, margin bunga bersih (NIM) BBCA tertekan ke level 5,7% atau menyusut 7 basis poin secara kuartalan dan turun 44 basis poin secara tahunan akibat pelemahan imbal hasil aset produktif. Pihak manajemen BBCA menyampaikan indikasi awal perbaikan imbal hasil pada kredit korporasi sejak Mei 2026 yang didorong oleh penyesuaian harga serta penyaluran kredit baru ber bunga tinggi.

Pertumbuhan ekspansi kredit BBCA secara keseluruhan tercatat tetap sehat pada angka 4% qoq dan 8% yoy, dengan penopang utama dari segmen grosir sedangkan segmen konsumer masih bergerak terbatas. Untuk kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (NPL) bertahan di level 1,8%, walaupun tingkat keterlambatan pembayaran pada segmen ritel serta UMKM tercatat merangkak naik secara bertahap.

Manajemen BBCA memproyeksikan NIM bakal mengalami pemulihan di semester II-2026 dan memilih mempertahankan panduan target pertumbuhan kredit tahun 2026 pada kisaran 8%-10%. Target indikator lain yang dipasang meliputi NIM di kisaran 5,4%-5,6%, cost of credit (CoC) di level 0,4%-0,5%, serta cost to income ratio (CIR) pada rentang 31%-33%. Seiring dengan proyeksi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merevisi target harga saham BBCA menjadi Rp8.600 dari posisi sebelumnya Rp10.900 dengan merekomendasikan opsi beli.

"Penyesuaian yang lebih konservatif ini mencerminkan kenaikan tingkat imbal hasil bebas risiko," ungkap Victor.

Penyesuaian asumsi biaya ekuitas (CoE) menjadi 8% menghasilkan nilai wajar rasio harga terhadap nilai buku (FV PBV) sebesar 3,5 kali dengan pandangan taktis overweight dalam jangka tiga bulan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed