Saham BBCA Anjlok 1,55 Persen Tertekan Aksi Jual Asing

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 1,55 persen ke level Rp 6.350 pada perdagangan Kamis (6/8/2026) akibat tekanan aksi jual bersih oleh investor asing, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Volume perdagangan saham BBCA mencatatkan sebanyak 80,73 juta saham dengan frekuensi transaksi 20.887 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 516,26 miliar. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 215,98 miliar.

Pelemahan ini melanjutkan tren hari sebelumnya, Rabu (5/8/2026), ketika saham BCA terkoreksi 0,77 persen dengan catatan net sell asing senilai Rp 34,53 miliar.

CGS International Sekuritas menilai risiko pelemahan lanjutan pada Jumat (7/8/2026) masih terbuka dengan level support pertama di 6.308 dan support kedua di 6.267. Sementara itu, peluang pembalikan arah berada di resistance 6.433 dan 6.517.

Di sisi lain, Maybank Sekuritas pada analisis 5 Agustus menyebutkan saham BBCA berpeluang menguji level tertinggi sebelumnya di 6.550 hingga 6.625 jika berhasil menembus resistance 6.400.

"BBCA berpotensi membentuk wave 3 dengan target di 8.325. Stoploss di bawah 5.975," sebut Maybank Sekuritas.

Maybank menyarankan opsi akumulasi saham BBCA untuk jangka waktu 1 hingga 20 hari. Penilaian optimis tersebut didasarkan pada potensi pola cup with handle menuju 7.725 serta inverted head and shoulders menuju 8.500.

Dari sisi kinerja perbankan, BBCA mencetak laba bersih Rp 29,55 triliun pada semester I-2026 atau tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Capaian tersebut memenuhi 48 persen dari estimasi penuh Phintraco Sekuritas.

Phintraco mencatat pendapatan bunga meningkat 1 persen menjadi Rp 49,86 triliun, meski beban bunga naik 7,8 persen. Phintraco turut menyoroti daya tahan margin bunga bersih (NIM) perseroan.

"Di sisi lain, BBCA tetap mampu mempertahankan kualitas profitabilitas dengan NIM sebesar 5,4%, didukung oleh credit cost yang tetap rendah di kisaran 0,4%, menegaskan posisi perseroan sebagai salah satu bank dengan profil risiko paling defensif di industri," tulis Phintraco.

Phintraco Sekuritas memangkas estimasi laba bersih BBCA tahun 2026 menjadi Rp 59,11 triliun dan tahun 2027 sebesar Rp 65,41 triliun. Rekomendasi beli tetap dipertahankan namun target harga disesuaikan turun dari Rp 10.075 menjadi Rp 7.800 per saham.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed