Saham BBCA Meroket ke Rp 6.600 Usai Diborong Asing Rp 435 Miliar
Arus modal pemodal mancanegara di pasar saham domestik menunjukkan perubahan dinamika pada pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Saham emiten perbankan swasta tersebut kini kembali menjadi incaran investor asing setelah mencatatkan aksi beli bersih secara konsisten belakangan ini, seperti dikutip dari Investor Daily.
Lonjakan minat pemodal luar negeri terlihat sangat kentara pada transaksi perdagangan Selasa (1/9/2026). Saham Bank Central Asia membukukan nilai beli bersih atau net buy asing mencapai Rp 435,35 miliar. Kondisi tersebut mendorong harga sahamnya melonjak 1,93 persen dan ditutup pada level Rp 6.600 per lembar.
Kinerja positif ini sekaligus menandai titik balik penting bagi pergerakan saham BBCA. Tren aksi jual bersih atau net sell investor asing yang sebelumnya terjadi setiap bulan sepanjang periode Desember 2025 hingga Juni 2026 kini telah berakhir. Memasuki periode 1 Juli 2026 sampai 1 September 2026, total akumulasi net buy asing pada saham BBCA telah menembus angka Rp 3,05 triliun.
Riset harian MNC Sekuritas mengonfirmasi bahwa penguatan harga saham ke level Rp 6.600 masih ditopang oleh dominasi volume pembelian, meski volumenya tercatat mengalami pengereman. Laju penguatan tersebut juga berhasil mengantarkan posisi harga BBCA melampaui garis pergerakan rata-rata 20 hari atau Moving Average 20 (MA20).
Merespons dinamika teknikal tersebut, MNC Sekuritas menyodorkan strategi transaksi berupa buy on weakness untuk saham BBCA pada rentang harga 6.500 hingga 6.550. Broker tersebut menetapkan target harga pertama di level 6.725 dan sasaran harga kedua di angka 6.850, dengan batasan risiko stoploss apabila harga merosot di bawah 6.425.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow