Saham BCA Melonjak Tiga Persen Usai Diborong Investor Asing
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak 3,17 persen ke level Rp 6.500 pada perdagangan Selasa (4/8/2026) setelah diborong investor asing dengan aksi beli bersih mencapai Rp 404,43 miliar.
Perdagangan saham bank swasta tersebut tercatat mencapai 138,95 juta unit dengan frekuensi transaksi 24.598 kali dan nilai total mencapai Rp 892,39 miliar, dilansir dari Investor Daily. Pergerakan ini sekaligus membalikkan arah saham BBCA yang sebelumnya ditutup di zona merah selama dua hari berturut-turut.
Analis CGS International Sekuritas memberikan rekomendasi beli spekulatif untuk perdagangan Rabu (5/8/2026) dengan area penyangga di level 6.375 serta pembatasan risiko jika menembus ke bawah 6.250.
"Jika tidak break di bawah 6.375, potensi naik ke 6.625-6.750 short term," sebut CGS International Sekuritas.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mencatat BBCA membukukan laba bersih Rp 29,55 triliun pada semester pertama 2026, tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Capaian ini setara 48 persen dari estimasi laba bersih penuh Phintraco Sekuritas, yang ditopang kenaikan pendapatan bunga sebesar 1 persen menjadi Rp 49,86 triliun meski beban bunga naik 7,8 persen.
"Di sisi lain, BBCA tetap mampu mempertahankan kualitas profitabilitas dengan NIM sebesar 5,4%, didukung oleh credit cost yang tetap rendah di kisaran 0,4%, menegaskan posisi perseroan sebagai salah satu bank dengan profil risiko paling defensif di industri," tulis Phintraco.
Phintraco Sekuritas merevisi estimasi laba bersih BBCA untuk tahun 2026 dan 2027 menjadi masing-masing Rp 59,11 triliun dan Rp 65,41 triliun seiring proyeksi pertumbuhan kredit yang lebih moderat. Lembaga riset tersebut tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA namun memangkas target harga wajar dari Rp 10.075 menjadi Rp 7.800 per saham.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow