Rupiah Melemah ke Rp17.872 per Dolar AS pada Rabu Pagi

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi hingga berada di kisaran Rp17.869 hingga Rp17.872 pada pembukaan perdagangan Rabu (12/8) pagi. Penurunan sebesar 8 hingga 11 poin atau sekitar 0,04 hingga 0,06 persen ini dipicu oleh dinamika geopolitik Timur Tengah dan sikap antisipasi investor terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia tercatat bervariasi. Yuan China, peso Filipina, yen Jepang, dan won Korea Selatan bergerak melemah, sementara ringgit Malaysia dan dolar Singapura mengalami penguatan. Di sisi lain, mayoritas mata uang utama negara maju tertekan terhadap dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa mata uang Garuda berpotensi bergerak konsolidatif di sepanjang hari perdagangan.

"Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timteng yang masih memberikan sinyal beragam," ucap Lukman di Jakarta.

Ia menuturkan bahwa perkembangan menuju kesepakatan damai di Timur Tengah menunjukkan sinyal positif menurut laporan dari Pakistan. Kendati demikian, Iran masih menegaskan pembukaan Selat Hormuz baru akan dilakukan jika sejumlah persyaratan terpenuhi.

"Laporan dari Pakistan mengindikasikan bahwa proses menuju kesepakatan damai kembali menunjukkan perkembangan positif, sementara Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi," ungkap Lukman.

Para pelaku pasar juga cenderung mengambil langkah menanti menjelang rilis indikator ekonomi penting dari Amerika Serikat pada malam hari.

"Keduanya baik inflasi utama dan inti diperkirakan akan turun, inflasi YoY (year on year) diperkirakan turun dari 2,6 persen ke 2,5 persen, sedangkan inti YoY turun dari 3,5 persen ke 3,4 persen," kata dia.

Selain sentimen global, pergerakan rupiah turut dibayangi oleh pengumuman tinjauan indeks Morgan Stanley Capital International dari dalam negeri.

"Pengumuman MSCI tentunya masih tanda tanya, tetapi salah satunya adalah tidak akan ada saham baru yang dimasukkan," ujarnya.

"Investor cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi AS malam ini," katanya.

Atas berbagai pertimbangan sentimen global dan domestik tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp18.850 per dolar AS sepanjang hari.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed