Rupiah Melemah ke Rp 17.850 per Dolar AS pada Perdagangan Selasa

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka terdepresiasi sebesar 52 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp 17.850 per dolar AS di pasar spot pada Selasa (18/8/2026) pagi.

Pelemahan mata uang garuda terjadi di tengah penurunan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,11 persen ke level 99,528 pada pukul 09.00 WIB. Perhatian pelaku pasar saat ini terfokus pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diproyeksikan bakal mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75 persen.

Selain kebijakan moneter domestik, investor mencermati rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) untuk membaca arah kebijakan Federal Reserve. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperberat tekanan pasar seiring terganggunya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dan Laut Merah.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti penegasan dari pihak Teheran mengenai hubungan diplomatik mereka dengan Washington di tengah eskalasi kawasan.

"Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ancaman Washington untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi tambahan terhadap Iran," ujar Ibrahim.

Konflik tersebut diwarnai dengan serangan terhadap sejumlah kapal di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global. Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan penurunan sentimen konsumen dan penjualan ritel, yang sedikit mengurangi tekanan pengetatan kebijakan moneter The Fed menjelang rilis risalah rapat Juli.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed