Rupiah Melemah ke Rp 17.725 per Dolar AS pada 26 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah tergelincir 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 17.725 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Pelemahan mata uang Garuda terjadi akibat sinyal penahanan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Pergerakan rupiah tersebut melanjutkan tren penurunan dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 17.723 per dolar AS. Padahal, isu geopolitik global sempat membaik menyusul kabar potensi kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa perhatian pasar keuangan global saat ini telah bergeser ke indikator ekonomi makro dan agenda penting pejabat bank sentral AS.

"Para investor kini beralih pada data (PCE) AS yang akan dirilis pada hari Rabu dan pidato penting pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed di simposium Jackson Hole pada hari Jumat. Laporan PCE akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi," kata Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures.

Sentimen negatif terhadap rupiah kian menguat setelah Presiden The Fed Boston Susan Collins memberikan sinyal untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan selama inflasi AS mengarah ke target 2 persen.

"Sementara itu, pidato Kevin Warsh di Jackson Hole dapat memberikan indikasi yang lebih jelas mengenai pandangan The Fed terhadap keseimbangan antara inflasi yang persisten dan prospek ekonomi secara keseluruhan. Pidato tersebut sangat penting karena para pelaku pasar menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai kapan The Fed bersedia menyesuaikan kebijakan sebagai respons terhadap inflasi," ujar Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap mata uang domestik bertepatan dengan proses uji kelayakan calon Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti yang kini menjabat Pejabat Gubernur Sementara BI. Dalam pemaparannya, Destry soroti fungsi intermediasi perbankan nasional yang belum maksimal, ditunjukkan oleh adanya fasilitas pinjaman belum ditarik sebesar Rp 2.548 triliun atau sekitar 21 persen dari total plafon.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed